Daerah  

Proyek Jalan Laston Rusak, DPRD Bulukumba Sindir Konsultan Perencanaan, HMI Minta Polisi Periksa Kontraktor

Irwan Rubrik
Ketfo: proyek jalan laston poros Bontomanai-Seppang kecamatan Ujung loe yang sudah rusak

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba angkat bicara terkait adanya sejumlah Jalan lanston yang baru dikerja tahun 2024 lalu sudah mengalami kerusakan.

Ketua Komisi yang membidani pembagunan jalan dan jembatan Andi Pangeran mengatakan kalau telah menerima laporan terkait adanya sejumlah ruas jalan laston yang tahun anggaran lalu saat ini sudah rusak.

Jalan tersebut diantaranya proyek jalan laston poros Bontomanai-Seppang,Poros Desa Taccorong-Tabuttu dan poros jalan laston Kahayya kecamatan Kindang yang menurut informasi sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Terkait laporan proyek jalan laston yang rusak tersebut DPRD Komisi C menilai kalau perencanaan awal konsultan harusnya direncakan atau dibuat secara matang jangan terkesan terburu-buru tanpa memperhatikan kuwalitas atau hasil.

” Saya kira perencanaan awal yang buru-buru soal ini sehingga kuwalitas yang dihasilkan juga sangat tidak sesuai harapan,” Kata Andi Pangeran rabu 14 Mei 2025 melalui via telpon selulernya.

Bahkan dengan adanya kejadian seperti ini pihaknya besok akan melakukan menghadirkan sejumlah konsultan untuk membahas persoalan ini.

DPRD juga meminta agar pihak rekanan serta PPK untuk segera menindak lanjuti persoalan ini untuk melakukan perbaikan.

Sementara itu sekertaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) cabang Bulukumba Isranda meminta agar semua kontraktor yang mengerjakan proyek di kabupaten bulukumba yang hanya mengejar keutungan tanpa memperhatikan kuwalitas di-blacklist.

” Kami mendukung pemerintah kabupaten Bulukumba untuk menblacklist semua kontraktor nakal daripada merugikan mending tidak usah dipakai lagi,” Kata Isranda kamis 15 Mei 2025.

Terkait dengan adanya sejumlah jalan laston yang dikerjakan tahun 2024 lalu dan sekarang sudah rusak dirinya mendesak pelaksana pekerjaan segera melakukan perbaikan.

Bahkan Lattol meminta agar semua yang terlibat dalam proyek pekerjaan jalan seperti di Kahayya Kecamatan Kindang, poros Bontomanai-Seppang dan Taccorong-Tabuttu untuk diperiksa tindak pidana korupsi (tipikor) polres Bulukumba karena kuat dugaan pekerjaan proyek asal-asalan dan tidak sesuai bestek.

” Kami dari aktivitas mahasiswa akan lakukan kordinasi dengan tipikor untuk turun melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti terkait sejumlah bukti proyek tahun 2024 lalu dan sudah rusak tahun 2025 ini,” Katanya.

Meminta kepada kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto untuk menurunkan tim memeriksa sejumlah proyek jalan laston di kabupaten Bulukumba yang terkesan hanya dikerja asal-asalan.

” Tipikor kalau bisa panggil pihak kontraktor pekerja proyek, PPK dan yang terlibat didalam proyek tersebut untuk diminta klarifikasi kalau terbukti lakukan proses hukum tanpa pandang bulu,” Tegas Lattol.

Diberitakan sebelumnya jalan laston poros Bontomanai-Seppang kabupaten Bulukumba yang dikerja tahun 2024 lalu dengan anggaran sekitar Rp9,7 miliar sudah rusak.

Dari informasi yang dihimpun wartawan rabu 7 Mei 2025 menyebutkan kalau sejumlah titik kerusakan jalan laston terlihat di sejumlah titik termasuk di dusun Ulugalung Desa Lonrong.

Selain jalan sudah berlubang kerusakan juga terlihat di sejumlah talut jalan yang terbuat dari beton.

” Kalau kita lihat kerusakan ini proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah diduga hanya dikerja asal-asalan dan tidak sesuai bestek,” Kata Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Bulukumba Ferdi Ansar rabu 7 Mei 2025 melalui via telpon selulernya.

Bukan hanya di poros Bontomanai- Seppang bahkan proyek jalan laston poros Taccorong Tabuttu juga sudah terlihat kerusakan di sejumlah titik.

” Semua ini proyek yang baru selesai dikerja tapi sudah rusak,asal dikerja saja,” Kata Ferdi Ansar.

Menurut Ferdi bahkan di jalan laston poros Desa Taccorong Kecamatan Gantarang ke Poros Tabuttu kelurahan Kalumeme kecamatan Gantarang ada yang sudah amblas diduga akibat dikerja asal-asalan oleh pihak rekanan.

” Kalau tidak salah proyek jalan laston Taccorong-Tabuttu menelan anggaran sekitar Rp7,8 miliar yang dikerja tahun 2024 lalu,” Ujar Ferdi.

Bukan sampai disitu kerusakan proyek laston juga terjadi di poros Tabuakkang-Kahayya kecamatan Kindang yang tahun 2024 lalu dengan total anggaran sekitar Rp5 miliar juga terdapat kerusakan di sejumlah titik.

Ferdi Ansar mendesak Kepolisian polres Bulukumba dalam hal ini unit tindak pidana korupsi (Tipikor) turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan kerusakan jalan laston tahun anggaran 2024 lalu.

” Saya mendesak tipikor polres Bulukumba untuk turun melakukan penyelidikan dan memeriksa semua penanggung jawab maupun pengawas dalam proyek tersebut,” Katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut juga harus diperiksa atas kerusakan jalan laston tersebut.

Sementara itu pejabat pembuat komitmen (PPK) dari proyek jalan laston Bontomanai-Seppan, Taccorong-Tabuttu dan Tabuakkang-Kahayya Muhammad Zain yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanta proyek jalan laston tahun anggaran 2024 lalu rusak.

Salah satunya proyek jalan laston poros Bontomanai-Seppang tahun anggaran 2024 lalu juga telah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

” Oh iye, mau na perbaiki mmg ini ada bbrp titik disana yg menjadi catatan saat turung diperiksa, In Shaa Allah, ” Ujarnya.

Menurut Muhammad Zain kerusakan sejumlah jalan disebabkan drainase tersumbat sehingga terjadi genangan air sehingga akan mengalami keropos atau retak.

“Biasanya ada drainase tersumbat sehingga tergenang air, semua infrastruktur kalau tergenang terus air pasti tidak lama na keropos/retak akhirnya terbuka, makanya musim hujan pasti banyak lagu jalanan rusak, berlubang atau amblas,” Tutup Zain. ***