Daerah  

Oknum Warga Penyegel SDN 145 Desa Dwi Tiro Bontotiro Disebut Tebar Ancaman, Sejumlah Murid Pilih Pindah Sekolah

Irwan Rubrik
IMG 20250525
Ketfo: Sejumlah murid SDN 145 Tuju Desa Dwi Tiro saat berfose bersama kepala sekolah

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Sejumlah murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 145 Tuju desa Dwi Tiro, Kecamatan Bontotiro, kabupaten Bulukumba memilih untuk keluar dan pindah usai sekolahnya disegel oknum warga beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan oleh kepala sekolah SDN 145 desa Dwi Tiro Ansar Abdullah kepada wartawan melalui via telpon selulernya Minggu 25 Mei 2025.

Menurut Ansar kalau oknum warga yang melakukan penyegelan sebelumnya selalu menebar ancaman ke pihak sekolah dengan membawa senjata tajam jenis parang.

” Selalu bawa parang dan mengancam ini oknum warga yang menyegel sekolah sambil mengancam kami jadi pihak sekolah dan murid merasa ketakutan,” Ujarnya.

Akibat ancaman dari oknum warga penyegel banyak murid yang merasa terancam dan takut akhirnya meminta untuk pindah dari sekolah tersebut.

Untuk saat ini jumlah murid di SDN 145 desa Dwi Tiro sebanyak 25 orang yang awalnya banyak namun banyak yang meminta surat pindah sekolah lain.

” Kebanyakan yang minta pindah sekolah alasan takut dan rata-rata yang rumahnya jaraknya jauh, dan yang bertahan sisa murid yang tinggal dekat dengan sekolah,” Ucap Ansar.

Ansar mengaku kalau sebelum kejadian penyegelan ini oknum warga yang mengklaim lahan SDN 145 sempat melakukan gugatan ke pengadilan namun gugatan tersebut ditolak karena tidak cukup bukti.

” Sempat Ibu Asmirati (warga yang menyegel) menggugat ke pengadilan namun ditolak karena tidak terima akhirnya sekolah disegel,”katanya.

Akibat penyegelan ini pihak sekolah telah melaporkan peristiwa ini ke polres Bulukumba sejak beberapa bulan lalu namun sampai saat ini belum ada solusi.

Sejumlah saksi telah diperiksa termasuk kepala sekolah, bagian aset dan sejumlah saksi lainnya telah dipanggil untuk dimintai keterangan beberapa waktu lalu.

” Selaku pihak sekolah saya sangat berharap agar segera ada solusi yang terbaik agar para murid saya bisa kembali belajar di sekolah tidak lagi menumpang di rumah dan masjid untuk belajar kasihan,” Harap Kepala sekolah SDN 145 Desa Dwi Tiro Ansar Abdullah.

Kepala dinas pendidikan kabupaten Bulukumba Andi Buyung Saputra yang dikonfirmasi wartawan mengaku telah melaporkan persoalan ini ke polisi dan masi menunggu hasil.

“Kami sudah laporkan ke polres tinggal menunggu bagaimana hasil dari sana,” Kata Andi Buyung.

Sejumlah pihak termasuk kepala sekolah sudah dimintai keterangan terkait soal penyegelan ini.

Bahkan Andi Buyung mengaku kalau tahun lalu sekolah tersebut juga pernah disegel namun telah dibuka kembali oleh tim, namun belakangan disegel lagi.

” Semoga segera ada solusi dan jalan keluar agar segel sekolah bisa segera dibuka agar proses belajar mengajar bisa berjalan seperti biasanya,” Tutupnya.

Sementara itu polres Bulukumba mengaku laporan kasus penyegelan SDN 145 desa Dwi Tiro, kecamatan Bontotiro masih terus berjalan.

Kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan saksi terkait kasus tersebut dan bahkan sudah memeriksa beberapa pihak yang kapasitasnya selaku saksi dalam dalam kasus ini.

” Masih proses penyelidikan dan kasus ini masih tetap berjalan,” Ujar Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto melalui kasi humas AKP H Marala Minggu 25 Mei 2025.***