RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Adanya informasi diberhentikannya sekertaris DPD II partai Golkar Bulukumba H. Arkam Bohari dibantah oleh karet partai Andi Ardiansyah Andi Adnan Manaf Selasa malam 27 Mei 2025.
Kepada wartawan Andi Ardiansyah mengatakan tidak benar adanya informasi liar tentang pergantian H Arkam Bohari sebagai sekretaris partai Golkar Bulukumba.
” Pak H Arkam Bohari masih sebagai seketaris partai Golkar Bulukumba informasi yang berkembang diluar tidak benar itu yang saya luruskan disini,” Tegas Andi Didi sapaan akan Andi Ardiansyah melalui via telpon selulernya.
Ditambahkan Andi Didi kalau sebelum rapat pleno partai Golkar Bulukumba yang diadakan di kantor DPD II partai Golkar di jalan Jenderal Sudirman kecamatan Ujung Bulu sebelumnya telah disampaikan ke seketaris H Arkam Bohari namun yang bersangkutan tidak mau menandatangani surat pelaksanaan rapat karena alasan belum ada perintah dari DPD I Partai Golkar Sulsel.
Andi Didi mengaku kalau panitia telah menyampaikan surat rencana rapat pleno kepada sekertaris partai Golkar dalam hal ini H Arkam Bohari namun yang bersangkutan tidak mau menandatangani surat undangan tersebut karena menurutnya masih menunggu persetujuan perintah partai Golkar Sulsel.
” Begitu ceritanya, kita sudah sampaikan ini ke pak sekertaris partai namun beliau tidak mau bertanda tangan karena menunggu perintah dan petunjuk DPD I Golkar Sulsel jadi tidak ada kaitan dengan isu pemberhentian beliau sebagai seketaris,” Kata Wakil Ketua ketua penggalangan massa DPD II partai Golkar Bulukumba ini.
Ditambahkan Andi Didi karena seketaris masih belum bersedia bertandatangan sehingga sementara digantikan oleh Wakil sekertaris untuk bertanda tangan.
Rapat pleno partai Golkar yang berlangsung secara alot telah memutuskan kalau DPD II partai Golkar Bulukumba resmi memberikan dukungan kepada Munafri arifuddin (Appi) dalam Musda DPD I Partai Golkar Sulsel.
Sementara itu H Arkam Bohari yang coba dimintai tanggapan terkait isu dugaan pemberhentian dirinya sebagai seketaris Golkar Bulukumba memilih tidak memberikan jawaban sampai berita ini diterbitkan.
Diberitakan sebelumnya sekertaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Bulukumba Arkam Bohari diisukan dilengserkan dari jabatannya jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Sulawesi Selatan.
Terlengsernya Arkam Bohari muncul setelah
pasca surat undangan rapat pleno mengundang seluruh kader Golkar untuk membicarakan dukungan kepada calon Ketua DPD I Golkar Sulsel belakangan tidak ada tanda tangan Arkam Bohari selaku Sekretaris bahkan digantikan oleh Imran Asnawi.
Sejumlah pihak menduga tergantinya Arkam Bohari disebabkan manuver Ketua DPD II Golkar Bulukumba Nirwan Arifuddin yang mengingikan surat dukungan DPD II Golkar Bulukumba diserahkan ke Munafri Arifuddin, wali kota Makassar.
Merupakan orang yang didampingi Nirwan Arifuddin melakukan kunjungan politik dibeberapa kabupaten atau DPD II Golkar di Sulsel beberapa hari belakangan.
Arkam Bohari yang dikonfirmasi mengenai persoalan ini mengaku, hingga saat ini dirinya masih resmi menjabat sebagai sekretaris DPD II Golkar Bulukumba.
” Secara defacto saya masih sekretaris Golkar Bulukumba, pergantian saya harus ada SK baru yang diterbitkan DPD I Golkar Sulsel. Sepanjang itu belum terbit saya masih sekretaris,” kata Arkam Bohari.
Dia menduga penggantian dirinya sebagai sekretaris merupakan buntut dari permintaan Nirwan Arifuddin yang tidak dia penuhi.
” Nirwan datang untuk minta surat rapat pleno itu ditanda tangani, tapi saya tolak, karena sampai saat ini belum ada petunjuk dari DPD I, kita juga menghormati ketua Taufan Pawe,” katanya.
Persolan pergantian Sekretaris DPD II secara tiba-tiba turut disoroti Legislator Partai Golkar Bulukumba Juandy Tandean yang menurutnya cacat secara administrasi.
” Cacat secara administrasi, Haji Arkam selaku sekretaris definitif tiba-tiba tergantikan oleh Imran Asnawi tanpa ada SK pergantian,” sesalnya.
Menurut Juandy, rapat pleno untuk kesepakatan usulan DPD II Golkar Bulukumba untuk calon ketua DPD I Sulsel terlalu dini. Dimana juknis dan kapan musda DPD I Sulsel belum ada dari DPP Golkar.” Ini yang menurut kami lucu, karena membuat pleno terkait dukungan tetapi tahapan pemilihan calon ketua DPD I Sulsel belum berjalan,” sesalnya.***






