Daerah  

Diduga Nasi Basi dan Bau, Dinas Kesehatan Periksa Penyedia Makanan Bergizi Gratis Di Bulukumba

Irwan Rubrik
bantu program makan bergizi gratis 17012025
Ilustrasi mbg. Foto : Ist

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Dinas kesehatan kabupaten menindak lanjuti temuan adanya dugaan nasi basi dan bau dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba yang pertama kalinya ditemukan di SMPN 2 dan SDN 221 Tanah Kongkong kecamatan Ujung Bulu beberapa waktu lalu.

Kepada wartawan Kepala Dinas Kesehatan, dr Amrullah, memastikan bahwa pihaknya langsung melakukan investigasi terhadap siswa penerima manfaat dan menelusuri sumber makanan yang dilaporkan bermasalah.

Dinas pendidikan kabupaten Bulukumba langsung turun ke dapur penyedia makanan bergizi gratis dan sekolah yang diduga mendapatkan paket makanan basi dan bau.

Amrullah menjelaskan, tekstur nasi yang lembek kemungkinan besar menjadi penyebab munculnya persepsi negatif di kalangan siswa dan guru.

Pihak dinas kesehatan telah melakukan pengujian dengan menggunakan indra manusia yakni penglihatan untuk menilai warna makanan, penciuman untuk aroma yang dihasilkan makanan, pengecapan untuk rasa, serta tekstur konsistensi atau perubahan.

“Kami turun langsung ke sekolah dan dapur penyedia MBG sehari setelah laporan diterima. Hasil uji organoleptik menunjukkan makanan dalam kondisi layak konsumsi, tidak ada indikasi basi,” tegas dr Amrullah Selasa 27 Mei 2025.

Menurutnya, sebagian siswa yang mengeluh mual setelah makan diduga gegara belum sarapan sebelum mengkonsumsi MBG, sehingga kondisi perut kosong bisa berkontribusi terhadap keluhan tersebut.

Namun semua siswa yang sempat mengalami gejala telah pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Dinas Kesehatan juga mengaku telah melakukan pembinaan langsung kepada dua penyedia makanan dan mengadakan pelatihan keamanan pangan yang diikuti oleh tiga SPPG.

Sementara itu, Wahyu, Kepala SPPG BGN 01 Ujung Bulu, beberapa waktu lalu membantah keras bahwa nasi goreng yang mereka salurkan dalam kondisi basi.

Wahyu mengatakan, setelah adanya laporan dia mengecek langsung dan mengakui jika nasinya lembek, menggumpal.

Di Bulukumba wahyu mengaku menangani 9 sekolah, dengan jumlah sebanyak 2888 ompreng makanan untuk siswa.***