RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kasus pencurian biji kakao semakin marak di kabupaten Bulukumba di kecamatan Gantarang sejumlah petani mengaku resah.
Dari data yang dihimpun wartawan para pelaku bahkan terbilang nekad karena melakukan aksinya pada siang hari.
Kasus pencurian biji kakao terjadi di desa Palambarae pelaku membobol kios warga dan berhasil mengambil puluhan kilogram biji kakao kering.
Korban Manggu 67 mengaku mengalami kerugian sampai jutaan rupiah akibat aksi pelaku yang mencuri biji kakao miliknya.
Bukan hanya di Gantarang sejumlah warga di Desa Bukit Harapan kecamatan Gantarang juga ikut resah dengan maraknya aksi pencurian biji kakao di wilayah tersebut.
Wahda pemilik kebun kakao di desa Bukit Harapan mengaku juga sering kehilangan biji kakao miliknya yang sudah siap panen di pohon.
“Saya sudah berapa kali ke kebun untuk petik biji kakao yang telah matang setelah sampai di kebun biji kakaonya sudah tidak ada pelaku memetik langsung di pohon,” Kata Wahda.
Warga Desa Bukit Harapan lainya Haerah mengaku bukan hanya biji kakao tapi pelaku juga mengasak gabah petani yang disimpang di rumah warga.
” Banyaknya sekali pencuri pak bukan hanya biji kakao tapi gabah juga diambil pelaku,” Kata Haerah warga desa Palambarae.
Sementara itu dari keterangan sejumlah pedagang harga biji kakao saat ini sudah menembus harga Rp115.000 perkilogram.
” Mungkin banyak pencuri karena harga biji kakao sekarang mahal pak biar masih kondisi basah sudah mahal,” Kata Cama 55 salah seorang pedagang asal kecamatan Gantarang Jumat 30 Mei 2025.
Cama mengaku kalau stok biji kakao termasuk sudah sangat sulit didapatkan karena hanya beberapa petani yang masih bertahan dengan tanaman tersebut.***






