RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kepala desa Bontonyeleng kecamatan Gantarang kabupaten Bulukumba Andi Mauragawali minta dinas terkait responsif terhadap wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terutama sapi.
Hal itu meski, sejauh ini penyakit yang disebabkan oleh Aphthovirus dari famili Picornaviridae itu belum sudah dilakukan penanganan oleh dinas pertanian dan peternakan namun tentu tidak ada yang bisa menjamin untuk tidak terjangkit lagi.
” Sudah pernah turun dinas terkait, namun saya berharap kembali bisa turun melakukan pemeriksaan sapi kurban di semua desa dan kelurahan di kabupaten Bulukumba,” Kata Opu sapaan andi Mauragawali Rabu 4 Juli 20205.
Menurut Opu kalau saat ini ada beberapa laporan masuk ke kantor desa terkait adanya beberapa orang warga di wilayahnya yang an melakukan korban.
” Harapan saya kalau bisa hewan kurban seperti sapi, kambing bisa diperiksa dulu sebelum dikurbankan,” Kata mantan anggota polri ini.
Dari data yang masuk di pemerintah desa Bontonyeleng ada puluhan ternak sapi yang sebelumnya terdeteksi terkena penyakit mulut dan kuku. Bahkan dengan adanya penyakit ini sejumlah warga harus mengikhlaskan ternak mereka dijual murah.
” Kemarin ada yang terdeteksi lagi, namun pemilik ternak menjualnya dengan harga murah karena takut nanti bisa mati,” Ujarnya.
Sementara kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Bulukumba Thayeb Manangkasi mengatakan kalau pihaknya telah menyiapkan tim khusus yang terdiri dari dokter hewan untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit PMK dengan turun langsung melakukan vaksin apabila mendapatkan laporan terkait adanya hewan ternak sapi yang terdeteksi terkena penyakit.
” Kita selalu rutin turun melalukan pemeriksaan dan vaksin terhadap ternak yang terindikasi penyakit khususnya mulut dan kuku,” Ujar Thayeb.
Thayeb sendiri mengakui kalau tim dari dinas pertanian dan ketahanan pangan telah turun ke sejumlah desa termasuk desa Bontonyeleng untuk melakukan vaksin pencegahan penyakit mulut dan kuku.***






