Daerah  

Empat Kecamatan Masuk Zona Rawan Longsor Di Bulukumba

Irwan Rubrik
Ilustrasi ciri ciri daerah rawan tanah
Ilstrasi tanah longsor

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Empat Kecamatan di Bulukumba yang berpotensi rawan bencana longsor saat curah hujan tinggi.

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Bulukumba merilis empat Kecamatan tersebut diantaranya kecamatan Kajang,Herlang,Bulukumpa dan Kindang.

“Ada empat Kecamatan masuk zona rawan rawan terjadi bencana longsor kecamatan Kindang,Kajang, Bulukumpa dan Herlang,” Kata Kepala BPBD Kabupaten Bulukumba Andi Hasbullah melalui kabid kedaruratan dan logistik Abdul Haris minggu 15 juni 2025.

Abdul Haris mengatakan saat curah hujan tinggi yang melanda kabupaten Bulukumba beberapa hari lalu di kecamatan Kajang sudah terjadi bencana tanah longsor menyebabkan satu rumah milik warga rusak.

Menurut Abdul Haris tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Sebuah daerah dikatakan berpotensi besar terhadap bencana tanah longsor apabila memenuhi ciri-ciri diantaranya:

1.Daerah bukit, lereng, dan pegunungan dengan kemiringan lebih dari 20 derajat.

2.Kondisi lapisan tanah tebal di atas lereng.
3.Sistem tata air dan tata guna lahan yang buruk.

4.Lereng terbuka atau gundul akibat penebangan pohon secara brutal.

5.Adanya retakan pada bagian atas tebing.

6.Terdapat mata air atau rembesan air pada tebing yang disertai dengan longsoran kecil.

7.Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau sarana lainnya.

Hujan deras dan tanah kering adalah penyebab paling umum dari bencana tanah longsor.

Lanjut Abdul Haris terjadinya tanah longsor pertama, air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah.
Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. Setelah itu, terjadilah tanah longsor.***