RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Listrik jebakan babi hutan yang sengaja dipasang sejumlah warga di kebun atau lahan pertanian untuk mengantisipasi serangan hewan pemangsa tanaman, ternyata berdampak dengan banyaknya warga yang meninggal dunia.
Dari data yang diperoleh redaksi rubrik.co.id kamis 19 Juni 2025 mengatakan kalau korban manusia sudah berjatuhan akibat listrik jebakan babi hutan di Bulukumba sudah berjatuhan hampir setiap tahun terjadi dan menewaskan warga.
Dua kecamatan yang kerap warganya menjadi korban listrik jebakan babi hutan adalah kecamatan Herlang, Bontotiro, Bulukumba, Ujung Loe dan beberapa kecamatan lainya.
Kecamatan ini masih banyak warganya yang menggunakan listrik untuk mengusir hama babi hutan yang kerap memakan tanaman mereka seperti tanaman jagung dan kacang tanah.
Tahun 2021 Jajaran Kepolisian Sektor Ujung Loe menangani dua kasus perkara jerat babi hutan yang menelan korban jiwa. Korban masing-masing Baharuddin, 61 tahun dan Arifuddin, 46 tahun.
Tahun 2022 kalu dua warga di kecamatan Bontotiro yakni Ibu Rumah Tanggal Sida (60) dan Salam (61) hanya berselang sepekan keduanya ditemukan tewas pada pertengahan bulan juni.
Tidak sampai di situ pada Maret 2023 lalu seorang pria berinisial LW warga Dusun Bippajeng, Desa Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa juga tewas tersengat listrik jebakan babi hutan pada awal bulan Maret.
Tidak cuman itu tahun berikutnya yakni bulan bulan Juli 2024 seorang pria bernama Parman Bin Paruki (49), warga Dusun Talohea, Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, ditemukan tewas diduga akibat tersengat listrik jerat babi hutan.
Kasus serupa kembali terjadi di kecamatan di Dusun Sakui-kui, Desa Caramming, Kecamatan Bontotiro seorang perempuan ditemukan tewas di kebun milik saudaranya sendiri Kamis 19 juni 2025.
Korban yang merupakan ibu rumah tangga (IRT) ditemukan sudah tidak bernyawa diduga karena tersengat listrik jebakan babi hutan yang dipasang di kebun warga.
Diketahui korban bernama Susianti (40), warga setempat. Ia ditemukan dalam posisi tertelungkup di kebun milik Nurhidayati, yang tak lain adalah iparnya sendiri. Berdasarkan hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Kapolsek.
Di lokasi kejadian juga ditemukan kawat jerat penangkal hama babi hutan yang dipasang oleh pemilik kebun, dan salah satu ujung kawat tersebut berada di dekat kaki korban.
Setelah proses identifikasi dan olah TKP, evakuasi dilakukan oleh Kapolsek bersama warga dan personel Polsek Bontotiro menggunakan mobil dinas Polri ke rumah duka.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir terlihat pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WITA saat berada di pinggir kebun milik NU. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Bontotiro.***






