Daerah  

Dua Jemaah Haji Bulukumba Tertahan Di Mekkah, Begini Kondisinya Sekarang

Irwan Rubrik
IMG 20250613
Ketfo : Rombongan Jemaah haji asal Bulukumba saat masih berada di Mekkah

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Dua kloter jemaah haji yakni 8 dan 14 telah tiba di kampung halaman kabupaten Bulukumba sejak tanggal 16 sampai 21 Juli 2025, namun dari masih ada 2 orang Jemaah haji masih tertahan di tanah suci.

Kasi Penyelanggara Haji Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bulukumba H. Abdul Hakim Bukhari membenarkan informasi tersebut.

” Benar masih ada 2 orang calon Jemaah haji asal Bulukumba masih tertahan di tanah suci Mekkah , dua Jemaah haji perempuan,” Kata H Abdul Hakim Bukhari minggu 22 juli 2025 melalui pesan whatsapp nya.

Dua Jemaah haji asal Bulukumba yang tertahan di Mekkah adalah Zainab Binti Jinne asal desa Palambarae, kecamatan Gantarang dan Halija Binti Bone.

Abdul Hakim mengatakan awalnya ada tiga orang yang belum sampai ke kampung halaman namun Jemaah haji bernama Abdul Rauf Bin Saguni gugur setelah mendapatkan perawatan di RS Medan.

Kedua Jemaah haji asal Bulukumba tersebut belum bisa kembali ke kampung halaman karena masih menjalani perawatan di RS Mekkah .

” Dua orang di kloter 14 yang masih menjalani perawatan yakni Zainab binti Jinne di RS AL NUR dan Halija binti Bone di RS Khaerah Mekkah sampai saat ini,” Kata H Abdul Hakim.

Kedua 2 orang yang di Rs Mekkah akan diikutkan di kloter selanjutnya jika sudah sembuh.

Sebelumnya berita duka kembali menyelimuti warga kabupaten bulukumba seorang jemaah haji kloter 8 meninggal dunia minggu dini hari 22 Juni 2025 di Rumah Sakit Medan.

Informasi yang dihimpun rubrik.co.id, jemaah haji asal kabupaten Bulukumba yang masuk kloter 8 tersebut adalah Abdul Rauf Bin Saguni (60) yang sebelumnya sempat dirawat Rumah sakit karena sesak nafas yang diderita almarhum.

Almarhum Abdul Rauf Bin Saguni harusnya sudah berada di tanah air yakni kabupaten Bulukumba, Sulawesi selatan bersama jemaah haji asal kabupaten Bantaeng pada tanggal 16 juni 2025 lalu dalam rombongan kloter 8 yang berjumlah 50 jemaah namun ajal berkata lain. ***