RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Aksi demontrasi yang dilakukan sekelompok warga di depan kantor Lonsum Balambassi, kecamatan Bulukumpa, kabupaten Bulukumba dikabarkan ricuh, satu orang peserta aksi mengaku dikeroyok oleh pihak perusahaan. Selasa 1 Juli 2025.
Akibat dari dugaan penganiayaan ini pihak korban dari salah seorang peserta aksi melaporkan kejadian tersebut ke polsek Bulukumpa.
Ahmad Rehan (25) yang mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh pihak karyawan Lonsum Balambassi dihadapan polisi mengungkap awal mula dugaan kejadian penganiayaan tersebut.
Menurut Ahmad Rehan saat itu dia bersama dengan teman-temannya sedang melakukan aksi di depan kantor Lonsum tiba-tiba sejumlah karyawan keluar dan melakukan penganiayaan dengan menendang menggunakan lutut kanan yang mengenai perut korban yang menyebabkan rasa sakit.
Atas kejadian dugaan penganiayaan tersebut dirinya telah melaporkan kejadian ini ke polisi dan melakukan visum.
Dugaan penganiayaan ini mendapat sorotan dari salah seorang peserta aksi meminta agar pelaku penganiayaan segera diamankan.
. Aksi demonstrasi berujung penganiayaan, Asdar Minta Polisi segera bertindak
“Saya dan teman-teman sedang aksi di depan kantor Lonsum Balambassi tiba-tiba pekerja kantor dengan ramai-ramai keluar dan melakukan penganiayaan terhadap salah seorang teman saya,” Tegas Asdar salah seorang peserta aksi di depan kantor Lonsum.
Menurut Asdar kalau aksi demontrasi yang dilakukan merupakan hak setiap warga negara untuk menyampaikan asprirasi dan sudah jelas dilindungi undang-undang.
Lanjut Asdar seharusnya pihak Lonsum Balambassi jika ada kekeliruan dalam aksi demontrasi ini tidak harus melakukan penganiayaan, namun di diskusikan,”ujar Asdar
“Harusnya jika ada yang keliru yah di diskusikan bukan main hakim seperti kerbau begitu,” Kata Asdar
Asdar mendesak polisi segera mengambil langkah agar konflik ini tidak melebar, dan jika dalam 1×24 jam tidak ada respon, maka pihaknya bahkan seluruh ormas dan okp di Bulukumpa akan melakukan konslidasi untuk meminta mencopot dan menangkap pelaku kekerasan di internal perusahaan lonsum.
Diketahui aksi yang di lakukan komite merah putih indonesia membawa tuntutan terkait transparansi lonsum atas kerjasama kepada bank himbara.
Sementara itu kapolsek Bulukumpa AKP Hamsah yang dikonfirmasi rubrik.co.id membenarkan tentang laporan tersebut.
” Benar sudah melaporkan secara resmi, nama pelapor Ahmad Rehan, warga jalan Cengkeh Tanete, kecamatan Bulukumpa yang dilaporkan dugaan penganiayaan,” Kata Hamsah.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap terduga korban yang terjadi di depan kantor Lonsum Balambassi masih sementara proses penyelidikan,” Tutup Hamsah. ***






