RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Akibat volume air yang tinggi menyebabkan irigasi induk di dusun Jokka,Desa Bontoyeleng, kecamatan Gantarang jebol menyebabkan air meluap masuk ke sawah dan kebun warga.
Akibat jebolnya irigasi induk milik pemerintah provinsi sulawesi selatan tersebut menyebabkan ribuan hektar sawah pertanian milik warga di dua desa akan kekurangan air dan terancam gagal panen.
Ambo (54) petani asal desa Palambarae, kecamatan Gantarang mengaku kalau irigasi induk yang berada di desa Bontoyeleng jebol maka petani dua desa akan kekurangan air ke persawahan mereka.
“Dua desa Bontoyeleng dan Palambarae petaninya sudah dipastikan akan kekurangan air ke sawah mereka kalau irigasi induk jebol,” Kata Ambo.
Saharuddin (40) petani di Bontoyeleng mengatakan kalau untuk saat ini stok air ke sawah petani masih terpenuhi karena musim hujan, namun kedepan lahan petani ratusan hektar tanaman padi dipastikan akan kekurangan air untuk tanaman padi mereka kalau tidak segera di lakukan perbaikan irigasi induk yang jebol.
Menurut Saharuddin jebolnya irigasi induk telah dilaporkan ke pemerintah desa.
Sementara itu kepala desa Bontoyeleng Andi Mauragawali membenarkan jebolnya irigasi induk yang ada di wilayahnya.
“Benar ada yang jebol irigasi induk beberapa hari lalu, titiknya pas di belakang rumah saya,” Katanya.
Jebolnya irigasi induk yang berada di belakang rumahnya disebabkan volume air yang tinggi dan meluap ditambah irigasi yang termakan usia sehingga terjadi keropos pada dinding yang menyebabkan terjadi jebolan dan amblas.
Setelah melihat langsung kondisi irigasi induk tersebut, Opu langsung mengumpulkan kelompok tani dan semua kepala dusun di wilayahnya untuk melakukan perbaikan dengan swadaya dan patungan untuk melakukan perbaikan.
Dari hasil pantungan itulah sehingga kerusakan irigasi induk dibelakang rumahnya sudah selesai diperbaiki dan bisa dialiri air kembali.***






