RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Viral video berdurasi 8 detik diduga seorang mertua perempuan mengusir anak menantunya.
Video ini sudah di posting ulang hampir puluhan kali oleh sejumlah akun media sosial facebook bahkan menjadi tranding topik.
Dalam video tersebut seorang perempuan berbaju hitam mengusir menantunya yang berpakain hijau muda. Terlihat sang mertua mengambil pakaian menantunya dibantu seorang wanita yang disebut adalah saudara perempuan dari suaminya dengan cara pakai tersebut dibungkus dalam sarung di teras rumah milik mertua.
Akun media sosial facebook Badar Algazali ikut memposting video detik-detik diduga mertua mengusir perempuan yang tidak lain adalah menantunya dengan menulis status :
@ Tabe para perempuan yg berstatus istri
Gimna pendapatta ttng vidio ini?
Seorang istri diusir sama suami dan mertuanya pada hal sang menantu hanya pergi dirumh keluarganya tiba tiba ditelpon disuruh ambil pakaiannya yang sudah dibungkus dan kamar sudah terkunci padahal di dalam kamar itu ada emasnya ,surat-surat motor,buku nikah.Mertua tidak membiarkan menginjak kaki menantunya rumahnya ,bahkan diharamkan untuk menginjakkan .Diusir Tampa sepeserpun uang hasil keringatnya. Ada motor nabawa itupun sudah digadai bapaknya oleh suaminya dan yg ditempati gadai datang menagih uang 8 juta limaratus
Disuruh bayar padahal yg mengambil uang suaminya.Uang hasil berduanya bekerja dipegang mertuanya Emas yg di beli sendiri sama emas sunrang di ambil mertuanya,uang sebayak 80 juta hasil kerja berdua tak sepeserpun didapat ada motor yg diambil itupun digadai Baru yang natempati gadai datang mengih yang pihak perempuan tidak tahu kalau motornya sudah di gadai.Tolong bantu solusi Kata kata ini TDK ada rekayasa atau pencitraan ni nyata ada.
Sementara itu informasi yang dihimpun wartawan mengatakan kalau video viral yang diduga mertua mengusir menantu perempuannya diduga terjadi di kecamatan Ujung Loe tepatnya di desa Padaloang.
Kepala desa Padaloang, kecamatan Ujung Loe, Andi Muhammad Rizal yang di konfirmasi wartawan belum memberikan komentar.**”






