Daerah  

Warga Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Pakai Tangga Bambu

Irwan Rubrik
Ketfo: Warga Bialo, kecamatan Gantarang harus bertaruh nyawa untuk menyerangi jembatan putus dengan menggunakan tangga darurat terbuat dari bambu

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Ratusan warga dari Dusun Mattoangin , desa Bialo, kecamatan Gantarang harus bertarung nyawa untuk menyeberangi jembatan putus di wilayahnya agar bisa sampai di rumahnya. Sabtu 5 juli 2025 kemarin.

Dari rekaman video yang didapatkan rubrik.co.id terlihat puluhan warga yang ingin menyeberangi jembatan Bungen, desa Bialo yang putus akibat banjir harus melalui tangga darurat yang terbuat dari bambu seadanya.

Warga saling berjibaku menuruni tangga setinggi puluhan meter untuk sampai ke dasar sungai yang mulai surut akibat banjir.

Tidak sampai disitu usai sampai dipinggiran sungai, warga harus kembali berjuang untuk menaiki tangga untuk sampai ke atas jembatan yang sudah dalam kondisi membahayakan karena dalam kondisi terancam amruk.

“Warga yang ingin menyeberangi sungai Bialo melalui jembatan Bungen, harus bertarung nyawa dengan menggunakan tangga darurat, untuk sampai ke rumah mereka,” Kata Warga desa Bialo yang ikut membantu warga yang terisolir.

Kepala Desa Bialo, kecamatan Gantarang Miftahuddin kepada rubrik.co.id, jembatan Bungen menghubungkan Kampung Bungen, dusun Mattoangin dengan dusun Batulohe, desa Bialo.

Terputusnya jembatan Bungen berdampak pada 150 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 500 warga terisolir.

Warga yang sedang berada di luar kampung Bungen, dusun Mattoangin sebelum terjadi jembatan putus harus menggunakan tangga darurat untuk kembali menyeberangi sungai Bialo.

“Warga yang ingin menyeberangi sungai ke Kampung Bungen harus menggunakan tangga darurat turun ke tepi sungai kemudian naik melalui tangga untuk sampai ke potongan jembatan untuk dilalui kembali ke pemukiman warga,” Kata Kades Bialo.

Tangga yang dibuat oleh warga seadanya terbilang sangat mengancam nyawa warga, namun karena untuk sampai di rumah mereka harus menggunakan tangga darurat tersebut.

Miftahuddin berharap agar pemerintah bisa sementara membuatkan jembatan darurat yang sementara bisa digunakan warga yang ingin melakukan aktivitas sehari-hari.***