RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Rusaknya sejumlah pipa induk Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan berdampak pada pelanggan yang jumlahnya mencapai ribuan.
Dari informasi yang dihimpun wartawan air PDAM yang merupakan kebutuhan pokok dari warga Bulukumba belakangan terakhir sudah tidak bisa lagi dinikmati karena tidak mengalir.
Subaedah (55) Ibu Rumah Tangga (IRT) di desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang mengaku sudah hampir beberapa bulan lamanya air PDAM di sejumlah kecamatan tidak mengalir sehingga pelanggan mengkonsumsi air keruh.
“Mau tidak mau saya konsumsi air keruh yang diambil sumur buatan warga,” kata Subaedah.
Menurut Subaedah kalau sudah beberapa bulan lamanya air PDAM tidak dinikmati oleh pelanggan dikarenakan dengan rusaknya fasilitas yang ada di induk aliran air.
Cia (38) IRT asal desa Dampang, kecamatan Gantarang juga mengalami hal yang sama dengan terpaksa mengkonsumsi air keruh yang diambil dari sumur di tengah sawah atau kebun.
“Kalau untuk air minum saya terpaksa beli air galong, tapi untuk mencuci pakaian dan poring saya pakai air dari sumur bahkan sungai yang tidak jauh dari rumahnya.
“Kalau masalah ini tidak segera ditangani oleh PDAM , maka pelanggan akan kekurangan air bersih untuk kebutuhan pokok seperti memasak, dan minum,” kata Cia, Rabu 9 juli 2025 kepada rubrik.co.id.
Sementara itu karyawan PDAM kecamatan Gantarang Pudding mengaku kalau saat ini memang air tidak mengalir sejak beberapa bulan lalu .
Menurut Pudding kondisi ini sudah berlangsung lama termasuk di kecamatan Gantarang, sejumlah pelanggan mengeluhkan tidak jalanya air PDAM terpaksa menggunakan air keruh untuk mencuci dan mandi .
Tidak mengalirnya air PDAM ke ribuan pelanggan di kecamatan Gantarang badan Kindang disebabkan sejumlah pipa induk yang ada terpasang di bantaran sungai rusak akibat dihantam banjir.
“Butuh waktu yang lama baru bisa lagi normal mengalir karena kerusakan fasilitas di sejumlah titik,” ujar Pudding.
Bahkan Pudding mengaku kalau sebelum pipa rusak air PDAM juga kerap tidak mengalir karena adanya protes dari petugas jaga yang ada di pintu induk di Na,na, kecamatan Kindang yang mengaku sudah lama tidak pernah terimah gaji.
Pudding berharap kedepan ada perhatian khusus kepada petugas PDAM yang menjaga pintu air utama seperti di kecamatan Kindang.
“Air adalah kebutuhan pokok , jadi memang harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah,” tutupnya. ***






