Kades Geram Petani dari Desa Tetangga Malas Ikut Kerja Bakti

Irwan Rubrik
Kades Bontonyeleng Andi Mauragawali saat memberikan keterangan terkait kerja bakti bendungan.
Ketfo: Kerja bakti di bendungan induk Bontonyeleng yang dilakukan petani di dua desa

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Kepala Desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang Andi Mauragawali geram terhadap sejumlah petani yang malas ikut kerja bakti pembersihan bendungan induk selama dua hari terakhir.

Kepada wartawan Opu sapaan akrab Andi Mauragawali mengatakan selama dua hari kerja bakti pembersihan sedimentasi di bendungan induk Bontonyeleng yang berada di desa Bukit Harapan hanya dihadiri oleh 99 persen petani asal Bontonyeleng.

Padahal menurut Opu kalau irigasi induk dari bendungan Bontonyeleng airnya digunakan petani di dua desa termasuk desa Palambarae.

Ditambahkan Opu dari dua hari kerja bakti yang dilakukan di bendungan induk hanya 7 sampai lima orang petani yang datang untuk melakukan pembersihan sedimentasi.

“Harusnya petani dari sana juga harus kompak meluangkan waktu bersama-sama ikut kerja bakti, karena air bukan untuk petani Bontonyeleng saja tapi Palambarae juga,” kata Opu, Kamis 10 Juli 2025.

Koordinasi Antar Desa untuk Kerja Bakti Susulan

Opu mengaku telah berkoordinasi dengan kepala desa Palambarae untuk meminta seluruh petani yang menggunakan air dari irigasi induk Bontonyeleng untuk hadir kerja bakti hari Minggu pekan ini.

“Hari Minggu lusa kita akan kerja bakti lagi bersama petani di dua desa di bendungan induk , saya berharap petani desa Palambarae ikut bersama,” ucapnya.

Sementara itu dua hari kerja bakti pembersihan sedimentasi di bendungan induk hanya dihadiri sekitar 7 petani asal Desa Palambarae hari pertama untuk hari kedua jumlahnya sama juga.

Kurangnya Kesadaran Gotong Royong Petani

Ditambahkan Opu dirinya berharap agar ada kesadaran para petani untuk bersama-sama menghidupkan kembali gotong royong termasuk ikut serta dalam kerja bakti berikutnya.

Ami (45) petani asal desa Palambarae mengatakan kalau memang soal kerja bakti memang banyak warga di desanya yang malas.

“Padahal air dari irigasi induk Bontonyeleng itu dipakai bergiliran oleh dua desa termasuk Palambarae tapi banyak petani yang malas,” ujar Ami.

Ditambahkan Ami kalau dirinya mengaku saat kerja bakti dua hari bendungan induk memang tidak datang karena kondisi sakit , namun kerja bakti sebelumnya dia mengaku selalu hadir.

Dia mengaku akan menyampaikan rencana kerja bakti susulan ibu ke petani yang ada di sekitar rumahnya untuk bersama -sama datang pada hari Minggu lusa untuk membersihkan sedimentasi di bendungan induk.***