RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kepala desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang Andi Mauragawali mengancam akan menutup pintu air ke irigasi desa tetangga jika kerja bakti susulan tidak diikuti oleh petani.
Menurut Opu sapaan akrab Andi Mauragawali kalau sifat malas petani di desa Palambarae untuk ikut disertai kerja bakti sangat di sayangkan, mengingat pintu air di bendungan induk Bontonyeleng mengairi dua termasuk Palambarae.
Bahkan menurut Opu tidak ada satupun kepala dusun yang ada di desa Palambarae yang datang saat kerja bakti beberapa hari.
“Kepala dusunnya juga tidak ada yang datang , harusnya mereka yang mengkoordinir warganya untuk datang,” ucap Opu.
Ditambahkan Opu kalau dirinya tidak segang-segang untuk menutup pintu air menuju desa Palambarae kalau saat kerja bakti nanti masih kurang petani dari Palambarae yang datang.
“Ribuan petani di Desa Palambarae yang menggunakan air dari bendungan induk Bontonyeleng tapi yang datang kerja bakti cuman lima orang,” kesal mantan anggota DPRD ini
Bahkan dia telah mengabari semua kepala dusun di Palambarae untuk minta warganya datang kerja bakti di lokasi yang sama yakni di bendungan induk minggu pekan ini.
“Saya akan datang mengabsen langsung berapa petani desa Palambarae yang datang , kalau masih seperti kemarin saya janji akan tutup pintu air,” tegas Opu.
Kerja bakti di bendungan induk Bontonyeleng yang berada di desa Bukit Harapan telah berlangsung selama dua hari yang melibatkan ratusan petani termasuk anggota TNI Polri yang juga ikut dalam kegiatan itu.
Kerja bakti yang sudah dua hari dilakukan masih belum bisa membersihkan sinimentasi yang ada di bendungan induk, sehingga pemerintah desa Bontonyeleng akan kembali melakukan kerja bakti susulan dengan melibatkan desa tetangga yakni Palambarae.***






