RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Pemerintah Desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba,bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sukses menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Dusun (Musdus) yang berlangsung Selasa pagi 15 Juli 2025 di aula kantor desa .
Kegiatan Musyawarah Dusun (Musdus) 2025 dihadiri lima Kadus yakni Paobencenge,Likukoring, Jokka,Topaleo dan Kadus Seka, selain itu dihadiri juga ketua Koperasi Merah Putih, Kelompok Tani, Toko masyarakat, agama, Kader Posyandu , petugas Puskemas, RT/RW.Kegiatan ini diinisiasi oleh BPD desa Bontonyeleng
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan pembangunan desa menampung aspirasi masyarakat.
Dalam musdus kali beberapa aspirasi disampaikan hampir semua kepala dusun dan didominasi persoalan percepatan pembangunan infrastruktur desa .
Aspirasi Pembangunan Infrastruktur dan Fasilitas Posyandu
Bukan hanya itu sejumlah aspirasi juga disampaikan oleh sejumlah kader posyandu diantaranya pembagunan posyandu, air bersih serta fasilitas yang masih minim di miliki posyandu.
Dalam musdus terungkap masih ada dua dusun yang belum memiliki bangunan posyandu sehingga masih meminjam rumah warga setiap kali ada kegiatan.
Tidak sampai disitu persoalan drainase dan jalan tani juga menjadi usulan hampir semua peserta musyawarah yang hadir, selain itu persoalan keagamaan utamanya majelis taklim , kegiatan keagamaan lainya .
Gaji guru mengaji tradisional juga ikut disampaikan dalam usulan. Persoalan keamanan desa lima Kadus juga mengusulkan adanya penambahan KWH di masing-masing poskamling.
Kesejahteraan RT/RW, imam dusun , masjid serta upah kader posyandu juga ikut diusulkan oleh peserta kegiatan musyawarah dusun.
Peran BPD dalam Menampung Usulan Prioritas Masyarakat
Menurut pimpinan kegiatan musyawarah yang juga ketua BPD desa Bontonyeleng Ahmad mengatakan tujuan utama dari pelaksanaan Musdus ini adalah untuk menjaring dan menampung aspirasi masyarakat, serta memperoleh masukan yang relevan dari setiap dusun terkait kebutuhan dan prioritas pembangunan. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kepala Desa Bontonyeleng yang telah disampaikan sejak awal masa kepemimpinan.
Musyawarah ini juga bertujuan untuk menggali gagasan dari wilayah RT, mengidentifikasi potensi serta permasalahan sosial, budaya, dan ekonomi produktif, yang kemudian dirumuskan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana pembangunan desa.
Ahmad menyampaikan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam musdus karena forum ini menjadi wadah resmi untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan riil warga desa. BPD sebagai wakil masyarakat juga memimpin jalannya musyawarah dan akan menindaklanjuti hasilnya ke tingkat Musyawarah Desa (Musdes).
“Semua usulan yang masuk kami tampung. Tidak ada satupun yang kami tolak. Namun tentu saja, dari sekian banyak usulan, hanya beberapa yang akan menjadi prioritas untuk direalisasikan, dan itu akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran desa,” ujarnya.
Lanjut Ahmad hasil dari musdus ini akan direkap dan dibawa ke tahap berikutnya yaitu Musdes RKPDes Tahun 2026, yang kemudian akan dilanjutkan ke Musrenbangdes oleh Pemerintah Desa Batuah. “Proses ini akan mengerucut pada penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa yang selaras dengan visi pembangunan desa dan kebutuhan masyarakat,”lanjutnya
Dia menambahkan, harapan ke depan adalah agar semua usulan yang telah disampaikan dapat terealisasi, melalui berbagai skema pendanaan seperti Alokasi Dana Desa bantuan hibah, bantuan Pemkab , provinsi hingga pusat. ***






