RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Aksi pencurian kembali marak terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dalam sepekan terakhir, dua rumah warga di Kecamatan Gantarang dibobol maling. Total kerugian ditaksir mencapai hampir Rp100 juta.
Kejadian pertama menimpa rumah milik Cahi (50), warga Dusun Seka, Desa Bontonyeleng. Rumah tersebut dibobol maling pada Kamis, 17 Juli 2025 sekitar pukul 12.30 WITA saat pemilik sedang tidak berada di tempat.
Kepala Dusun Seka, Jusman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah dalam kondisi kosong karena Cahi bersama istri dan anaknya berada di kebun untuk memetik cengkeh.
“Pelaku masuk melalui pintu belakang dengan cara merusaknya. Setelah berhasil masuk, pelaku mengacak-acak isi lemari dan tempat-tempat lain yang diduga menyimpan barang berharga,” jelas Jusman kepada RUBRIK.co.id.
Dari lokasi kejadian, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp80 juta yang disimpan korban di dalam rumah.
Beberapa hari sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Dusun Bontokamase, Desa Paenre Lompoe. Sebuah kios milik Suhaeda (58) dibobol pada Minggu, 13 Juli 2025 sekitar pukul 18.30 WITA.
Pelaku diduga mencungkil pintu masuk kios, lalu mengambil uang sebesar Rp19.500.000 yang disimpan di dalam lemari.
Kerabat korban, H. Akbar, membenarkan bahwa uang tersebut rencananya akan digunakan untuk biaya pernikahan anak Suhaeda yang akan dilangsungkan pada Minggu, 19 Juli 2025.
“Korban baru mengetahui kiosnya dibobol setelah pulang dari acara tahlilan di Kecamatan Herlang. Saat tiba di rumah, ia melihat pintu kios sudah terbuka dan isi kios berantakan,” ungkap Akbar.
Sementara itu, keponakan korban, Arni, mengatakan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Saya mendampingi tante saya melapor ke Polres Bulukumba pada Minggu malam, 13 Juli 2025. Namun sampai sekarang belum ada panggilan pemeriksaan,” ujar Arni.
Warga berharap agar pelaku pencurian segera diamankan oleh pihak kepolisian, sehingga memberi rasan aman bagi warga. **






