RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Sejumlah wilayah di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan sudah mulai memasuki musim panen padi sejak beberapa hari lalu termasuk di kecamatan Gantarang dan Kindang.
Namun bukannya petani bahagia, namun merasa resah dikarenakan musim panen raya akan mulai di Kabupaten Bulukumba , pelaku pencuri gabah juga sangat marak terjadi di sejumlah desa sejak awal masuk panen.
Enre (55) petani asal dusun Kaluku, Desa Benteng Palioi, kecamatan Kindang menjadi korban pencurian gabah miliknya oleh pelaku yang menggunakan mobil pada Rabu dini hari 23 Juli 2025 sekitar pukul 03:30 wita.
Syarifuddin Kepala desa Benteng Palioi yang dikonfirmasi rubrik.co.id, membenarkan adanya gabah milik petani di desa nya dicuri oleh pelaku.
Menurut Syaripuddin kalau gabah milik Enre warga dusun Kaluku, Desa Benteng Palioi hilang dicuri saat gabah yang baru habis dipanen di sawahnya.
“Mulai terjadi lagi pencurian gabah petani yang baru baru dipanen,” ujarnya.
Para pelaku disebut menggunakan mobil mini bus melakukan aksinya bahkan ada warga yang mengaku mengetahui nomor plat mobil yang membawa kabur 4 karung gabah petani.
Syarif sapaan akrab Syaripuddin kalau kendaraan milik pelaku sempat terlihat oleh warga dan bahkan plat nomor kendaraan telah dilacar ke aplikasi khusus.
“Warga menduga kalau mobil yang melakukan aksi pencurian ini adalah minim bus berwarna putih,” ujar Syarif.
Ditambahkan Syarif kalau nomor plat kendaraan yang diduga digunakan pelaku melakukan aksinya telah dikantongi tinggal menunggu apa korban mau melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian.
“Kita tunggu saja korban (pemilik gabah) apa mau melaporkan ke polisi atau tidak,” ujarnya.
Syarif berharap kepada seluruh petani yang ada di desa Benteng Palioi untuk tetap berhati-hati dan tidak menyimpan gabah hasil panen mereka sembarangan apa lagi dipinggir jalan.
Sementara itu kepala desa Bontonyeleng Andi Mauragawali juga mengaku kalau musim panen lalu juga terjadi pencurian gabah milik petani di wilayahnya.
“Saya juga dulu ada wargaku dicuri gabahnya berapa karung , pas masuk panen raya,” ujar Opu sapaan akrab Andi Mauragawali.
Opu mengatakan pelaku berani melakukan aksinya karena selain harga gabah saat ini tinggi, juga banyak petani yang menyimpang hasil panen mereka bukan di rumah namun terkadang di lapangan atau tepi jalan tempat untuk menjemur.***






