RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Musim panen padi di sejumlah wilayah di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan sudah berlangsung kendati belum merata , namun ini menjadi kabar bahagia untuk para pemilik motor ojek gabah.
Bagi para petani di Kabupaten Bulukumba keberadaan motor ojek sangat membantu dalam mengangkut hasil panen mereka.
Motor yang telah di modifikasi khusus ini, mampu menjadi solusi bagi para petani untuk melewati medan yang berat dalam membawa hasil panennya.
Ojek Gabah Jadi Solusi Angkut Hasil Panen Petani
Ojek Gabah dengan modifikasi pada Jok dan ban motor yang didesain khusus untuk menghadapi kondisi medan yang becek dan berlumpur, menjadi pengganti kuda yang menjadi alat transportasi selama puluhan tahun terakhir ini.
Pada saat musim panen sebelumnya para pengangkut gabah bahkan mampu meraup pendapatan hingga Rp10.000.000 hingga Rp12.000.000 juta permusim panen.
Penghasilan Ojek Gabah Bisa Capai Belasan Juta Rupiah
Sul pemuda lulusan SMA asal kecamatan Gantarang ini memodif motor miliknya menjadi ojek gabah sejak beberapa tahun lalu dan mengaku bisa mendapatkan uang Rp10.000.000 permusim pane di kampung halamanya.
“Tarif bervariasi Rp20.000 hingga Rp30 .000 tergantung jarak dan medannya,”ujar Sul, Kamis 24 juli 2025.
Dengan tarif itu, para buruh angkut gabah ini mampu meraup pendapatan hingga ratusan ribu rupiah per hari. Setiap musim umumnya para buruh angkut gabah mampu meraup pendapatan hingga Rp10.000.000 hingga lebih.
Para buruh angkut gabah ini harus berjibaku menaklukan medan licin dan berlumpur di tengah sawah.
Bagi para pengangkut gabah ini, musim panen adalah bulan berkah bagi mereka. Pasalnya pendapatan mereka bisa berkali lipat dibanding menjadi tukang ojek.
Berkat mereka, para petani di Bulukumba tak lagi cemas gabahnya rusak dan kehujanan lantaran berminggu-minggu di tengah sawah karena tak kunjung diangkut.***






