Daerah  

Ini Desa di Bulukumba Belum Miliki Mobil Ambulans

Irwan Rubrik
Ketfo: Mobil ambulans desa di kabupaten Bulukumba saat diperiksa

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Dari 109 desa di Kabupaten Bulukumba , Sulawesi Selatan teryata masih ada 14 Desa yang belum memiliki mobil dinas ambulans.

Dari data yang dihimpun wartawan kecamatan Kajang paling banyak yang belum memiliki mobil dinas ambulans.

Desa di kajanga yang tidak memiliki ambulans diantaranya Desa Tambangan, Lembanna, Lembang, Batunilamung, Malleleng, Bontorannu, dan Desa Sapanang.

Sementara desa lainya adalah Desa Tugondeng dan Desa Pataro kecamatan Herlang.

Disusul Desa Bira,Darubiah dan Desa Lembanna, kecamatan Bontobahari, sementara Desa Gattareng, kecamatan Gantarang.

Data diatas diperoleh dari acara pengumpulan semua mobil ambulans di 109 des di kabupaten Bulukumba, Rabu Pagi 30 Juli 2025 di depan kantor Bupati .

Kegiatan ini dilakukan pemerintah daerah dalam hal ini bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf didampingi Sekretaris Daerah Muh Ali Saleng,Kadis PMD Hj Hamrina A Muri, Inspektur Daerah, A. Mannangkasi, Kadis Perhubungan Andi Baso Bintang dan Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP H Muh Nawir.

Pemeriksaan ambulans desa diawali dengan apel siaga yang dipimpin oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, dan diikuti ratusan kepala desa, Kaur Umum Desa, dan para sopir ambulance desa.

Selanjutnya bupati didampingi kepala PMD Hj Hamrina , kasat lantas polres Bulukumba AKP H Muh Nawir melakukan pemeriksaan kondisi dan pasilitas ambulans desa.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengingatkan kalau mobil ambulans desa dibeli dari anggaran negara dari pajak rakyat, sehingga peruntukannya juga harus untuk keperluan masyarakat.

Andi Utta sapaan akrab bupati menekankan bahwa ambulans desa yang dimiliki oleh seluruh desa di adalah aset penting dalam sistem pelayanan kesehatan.

“Ini pertama kali kita lakukan pemeriksaan secara serentak dan akan dilakukan pengecekan secara berkala,” ungkapnya.

Menurutnya keberadaan ambulans desa harus memastikan bahwa layanan kesehatan bisa menjangkau langsung ke rumah-rumah warga, terutama dalam kondisi darurat.

“Ambulans desa ini harus juga menjadi perhatian serius dalam perawatannya dan penggunaannya untuk bantu mobilisasi masyarakat ke pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Andi Utta minta seluruh Kepala Desa dan jajarannya untuk memelihara, merawat, dan mengoperasikan ambulans desa dengan penuh tanggung jawab.

Dengan ambulans yang terawat, ia berharap layanan home care dan layanan antar jemput pasien bisa berjalan cepat dan responsif tanpa kendala.

Pada kesempatan tersebut, Andi Utta kembali mengingatkan bahwa pemerintah desa adalah ujung tombak pelayanan publik. Maka pemerintah desa dan jajaranny harus menjadi bagian dari solusi, bukan malah jadi sumber keluhan masyarakat.

“Tolong bagaimana melakukan inovasi ssupaya potensi di wilayah masing masing bisa berkembang secara ekonomi sehingga dana desa tidak harus terus bergantung dari anggaran pusat atau pemerintah daerah,” pintanya.***