RUBRIK.co.id, PEKANBARU – Oknum perwira Komisaris Polisi (Kompol) BA dan oknum polisi wanita (polwan) Brigpol YD ditangkap basah berselingkuh di hotel Pulau Sumba belum lama ini.
Kejadian ini membuat gempar institusi kepolisian di Indonesia dan masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Hendry Novika Chandra membenarkan hal tersebut, kedua oknum anggota polisi telah diamankan di tempat khusus untuk proses pemeriksaan lanjutan.
Dikutip dari Tribun pekanbaru.com Jumat 22 Agustus 2025 mengatakan kalau kedua oknum tersebut yakni kompol BA dan Brigpol YD mendampingi Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kunjungan kerja ke Pulau Sumba untuk melihat langsung progres pembagunan Polres Sumba Tengah.
“Kedua oknum berada di pulau Sumba mendampingi bapak wakpolda dalam kunjungan kerja” kata Kombes Hendry Novika Chandra.
Kronologi Penangkapan Oknum Polisi dan Polwan di Hotel
Kompol BA dan Brigpol YD saat sudah berada di pulau Sumba malahan membuat geger karena kepergok sekamar dan seranjang dihotel.
Kedua anggota polisi yakni Kompol BA dan Brigpol YD diketahui sama-sama telah mempunyai pasangan.
Keduanya kemudia diamankan anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) polda NTT.
Kombes Hendy secara tegas menyampaikan komitmennya untuk menegakkan hukum, baik terkait kode etik maupun disiplin anggota Polri, guna memberikan kepastian hukum.
“Namun demikian, kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sampai adanya keputusan hukum yang berkekuatan tetap,” ujar dia.
Tindakan Propam dan Komitmen Penegakan Kode Etik
Pulau Sumba adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, yang dikenal dengan keindahan alam, kekayaan budaya, dan padang sabananya yang luas.
Kejadian seperti ini bukan baru pertama kalinya terjadi bahkan sudah beberapa kali dilaporkan adanya perselingkuhan sesama anggota polisi.
Penyebab perselingkuhan, termasuk di kalangan anggota kepolisian, umumnya tidak spesifik hanya pada profesi tersebut, melainkan sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor universal yang dapat dialami siapa saja.***






