Ini Lima Paket Ruas Jalan Dikerja di Sulsel Tahun ini, Bulukumba Termasuk

Irwan Syah
alat berat bekerja pada salah satu ruas jalan provinsi di Sulawesi Selatan
Ilustrasi pekerjaan jalan (foto-int)

RUBRIK.co.id, SULSEL – Lima jalan di Sulawesi Selatan mulai dikerja, termasuk bebarapa titik ruas jalan di kabupaten Bulukumba pada bulan Oktober tahun 2025 ini.

Dari informasi yang dihimpun wartawan ruas jalan yang ada di kerja di kabupaten Bulukumba adalah ruas jalan Tanete, kecamatan Bulukumpa- Tanah Beru kecamatan Bontobahari

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Astina Abbas, menjelaskan bahwa saat ini proses tender sudah berjalan. Tender Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) telah memiliki pemenang, sementara tender fisik masih dalam proses di Biro Barang dan Jasa.

“Tender MK sudah ada pemenangnya. Tender fisik sementara berjalan di Pokja. Lelang paling lambat Oktober, langsung dilanjutkan pekerjaan fisiknya di bulan yang sama,” ujar Astina dikutip dari Herald Sulsel dan Lensa Merdeka.com, Rabu 27 Agutus 2025.

Tender dan Progres Pekerjaan Ruas Jalan di Sulsel

Astina menegaskan Pemprov Sulsel berkomitmen memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan provinsi tiga tahun ke depan demi mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi.

Berkutu Rincian Lima Paket Jalan Provinsi

Paket I: Ruas Hertasning–Aroepala–Tun Abdul Razak–Bili-Bili–Sungguminasa–Malino–Tondong (Sinjai)–Tanete hingga Tana Beru (Bulukumba). Anggaran Rp500 miliar.

Paket II: Ruas Barombong–Panciro–Galesong–Pattallassang–Malakaji hingga Sapaya (Takalar–Gowa). Anggaran Rp300 miliar.

Paket III: Ruas Soppeng–Sidrap–Rappang–Pinrang–Paleteang–Lerang sampai Enrekang. Anggaran Rp500 miliar.

Paket IV: Ruas Pekkae–Takkalalla–Wajo–Salo Peneki–Cabbengnge–Anabanua. Anggaran Rp600 miliar.

Paket V: Ruas Bone–Lamuru–Palattae–Tana Batue–Sanrego–Sinjai, serta Lamuru–Takkalalla dan Pangkep–Parigi. Anggaran Rp500 miliar.

Dengan skema multiyears, proyek jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur strategis Sulsel, mempercepat distribusi logistik, dan membuka akses ekonomi baru di sejumlah kabupaten.***