Prostitusi Online di Bulukumba Kian Meresahkan

Irwan Syah
Rumah Kos Tempat Prostitusi Online
Ilustrasi (foto-int)

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Praktik prostitusi online sudah sangat memprihatinkan. Fenomena ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan penegak hukum untuk segera memberantas bisnis esekesek tersebut. Apalagi, kejahatan ini tidak hanya menyasar orang dewasa tapi juga anak-anak.

Dari informasi yang dihimpun wartawan mengatakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Bulukumba gencar melakukan operasi di sejumlah rumah kos, wisma dan bebarapa waktu lalu mengamankan empat orang wanita muda yang diduga terlibat prostitusi online.

Para wanita tersebut diamankan satpol PP di salah satu rumah kos yang ada di kota Bulukumba.

Operasi Satpol PP dan Temuan di Lapangan

Kepala satuan polisi pamong praja kabupaten Bulukumba Andi Hasbullah mengaku kalau pihaknya mengamankan empat wanita muda yang diduga terlibat praktek prostitusi online lewat aplikasi hijau atau lebih dikenal michat.

Operasi ini akan terus dilakukan sebagai bentuk upaya satpol PP dan dalam menjaga ketertiban umum dan menberantas pratik-praktik yang dinilai melanggar normal sosia

Sementara itu sejumlah sumber mengatakan kalau praktek protitusi online bukan hanya melibatkan orang dewasa, namun diduga juga banyak melibatkan anak-anak.

“Bukan hanya orang dewasa, namun pelanggan mereka juga ada yang masih anak-anak,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Tuntutan Warga dan Maraknya Prostitusi Online di Berbagai Lokasi

Bahkan dia meminta agar dinas terkait baik satpol PP maupun kepolisian turun bersama untuk menindak lanjuti keluhan warga tentang prostitusi online.

Bukan hanya di wisma dan rumah kos para pelaku penjajah seks tersebut beroperasi, namun diduga kuat tempat operasinya di salah satu hotel besar di kota Bulukumba.

Kalau mau razia jangan cuman di wisma atau rumah kos, coba ke hotel-hotel yang ada di kota Bulukumba, karena saya yakin pasti juga ada disana,” katanya.

Muh Said warga kecamatan Ujung Bulu, kabupaten Bulukumba mengaku kalau praktek protitusi online semakin marak terjadi di kota Bulukumba.

“Protitusi dan dugaan LGBT juga mulai marak di Bulukumba,dinas terkait harus segera mengambil tindakan tegas dan pencegahan soal ini.***