Buah Pisang Busuk dan Tempe Berulat Disalurkan oleh SPPG yang Sama

Rubrik Redaksi
IMG 20250930 163927
Menu tempe yang ditemukan berulat di Makanan Bergizi Gratis (MBG), di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. (Ist)

BULUKUMBA, RUBRIK.co.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bontorannu, menyalurkan buah pisang diduga busuk dan tempe berulat di Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan ke sekolah dasar 249 Daloba Kassi, dan SMAN 5 Bulukumba, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

 

Sebuah rekaman video berdurasi 24 detik yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan, menu MBG yang berupa buah pisang yang diduga ditemukan busuk. Informasi tersebut beredar cepat di media sosial, Selasa, 30 September 2025.

 

Dalam rekaman itu, buah pisang dicungkil untuk memperlihatkan bagian yang telah busuk dan diduga terdapat ulat.

 

“Ditemukan di salah satu sekolah di Kajang,” kata AM (inisial) yang membagikan video tersebut di grup WhatsApp Join Update.

 

Bukan hanya buah pisang yang diduga busuk, juga ditemukan tempe yang telah berulat, di SMAN 5 Bulukumba, gambar tempe di menu MBG tersebut telah viral di media sosial.

 

Data diterima wartawan, diketahui penyedia menu MBG di sekolah SD 249 Daloba Kajang Kassi, dan SMAN 5 Bulukumba, Kecamatan Kajang, melalui dapur yang sama yakni SPPG Al-Barokah Desa Bontorannu, Kajang, Kepala SPPG Indra Lesmana.

 

Peristiwa buah pisang tersebut busuk, terjadi pada hari Jumat 26 September 2025. Sementara tempe yang diduga ditemukan berulat,  pada Senin, 29 September 2025

 

Kronologi singkat, penemuan ulat di tempe menu MBG yang disalurkan ke SMAN 5 Kajang Bulukumba, peristiwa itu berawal, pihak SPPG pada pukul 9.00 WITA, Senin 29 September 2025, menyalurkan menu MBG sekolah SMA 5 Bulukumba, tak berselang lama, SPPG menerima laporan bahwa tempe di menu tersebut terdapat ulat, kemudian langsung langsung menemui guru wali kelas, selanjutnya pihak wali kelas memanggil tiga siswa yang mendapat menu makannya berulat.

 

Dikonfirmasi awak media, koordinator Wilayah (Korwil) SPPG BGN Bulukumba, Wahyu mengaku telah menerima informasi adanya dugaan makanan berulat di Kajang.

 

Wahyu mengaku telah melakukan teguran keras terhadap SPPG alias dapur.

 

” Dengan kejadian ini dilakukan evaluasi terhadap semua proses dari tahap pemesanan, penerimaan hingga ke proses distribusi. Kejadian ini sudah sampai di pimpinan dan saya selaku koorwil menunggu petunjuk selanjutnya dari pimpinan,” kata Wahyu

 

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Kajang kecewa dengan adanya ulat di menu MBG.

 

“Bukan cuma pisang berulat, sekarang tempenya juga berulat untuk anak sekolah. Sangat berbahaya sekali ini MBG,” ujar salah seorang pemuda Kajang, Nasrum Lamu. Alih-alih menyehatkan, Nasrul Lamu mengaku mengkhawatirkan kondisi kesehatan anak.

 

Dia mengkritisi lemahnya pengawasan kualitas makanan sebelum dibagikan ke sekolah. (**)