Daerah  

Viral Atap Sekolah Ambruk di Bulukumba, Ruangan Sudah Lama Tak Difungsikan

Azka Fachri
Viral Atap Sekolah Ambruk di Bulukumba
Lokasi Atap Sekolah Ambruk di Bulukumba

Rubrik.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik atap bangunan sekolah roboh di SD Negeri 156 Kalukubodo, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, viral di sosial media pada Selasa, 11 November 2025. Rekaman tersebut diambil oleh salah seorang guru dan langsung menarik perhatian publik karena memperlihatkan bagian atap runtuh secara tiba-tiba.

Kepala SD Negeri 156 Kalukubodo, Nur Wahida, menjelaskan bahwa bangunan yang ambruk merupakan ruang kelas 5. Namun, ruang tersebut sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sehingga peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, termasuk siswa.

“Sejak ada lima lembar atap seng yang terbang pada bulan Maret 2025 lalu, kami sepakat memindahkan proses belajar kelas 5 ke ruang perpustakaan,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Menurut Nur Wahida, kerusakan bangunan sudah lama terjadi. Selain atap yang berangsur lapuk, rangka bangunan juga mengalami kerusakan berat. Bahkan beberapa tukang bangunan menolak melakukan perbaikan karena dinilai berisiko runtuh.

Ia menyebut usia sekolah tersebut sudah cukup tua, dibangun pada era 1980-an, dan belum pernah mendapat rehabilitasi menyeluruh khususnya pada bagian atap.

Terkendala Syarat DAK Pendidikan

Pihak sekolah telah mengusulkan perbaikan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. Namun, usulan belum dapat diproses karena jumlah siswa SDN 156 Kalukubodo hanya 55 orang, di bawah persyaratan minimal 60 peserta didik untuk penerima DAK.

Meski begitu, harapan perbaikan bangunan tetap terbuka melalui skema baru Bantuan Revitalisasi Sekolah dari pemerintah pusat.

Pemkab Bulukumba Janji Prioritaskan

Kabid Humas Dinas Kominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan rehabilitasi SDN 156 Kalukubodo. Ia menjelaskan bahwa mulai tahun ini, pengusulan bantuan revitalisasi sekolah tidak lagi melalui dinas, tetapi langsung lewat aplikasi Dapodik.

“Pihak SDN 156 sudah melakukan pembaruan data kondisi bangunan sebagai dasar pengusulan revitalisasi,” jelasnya.

Berbeda dengan skema DAK sebelumnya, bantuan revitalisasi tidak lagi mensyaratkan jumlah minimal siswa. Yang terpenting sekolah memiliki sertipikat lahan atas nama pemerintah daerah. Dengan demikian, SDN 156 Kalukubodo memiliki peluang besar mendapatkan bantuan revitalisasi pada 2026.

Andi Ullah menambahkan bahwa dalam empat tahun terakhir, pemerintah pusat telah menyalurkan sekitar Rp128 miliar untuk rehabilitasi sekolah di Kabupaten Bulukumba. Hingga 2025, tercatat sekitar 350 sekolah telah diperbaiki melalui berbagai program anggaran.

“Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan,” pungkasnya. ***