Selain Ramah Lingkungan, Ini Kelebihan Lain dari BBM Nabati Bobibos

Azka Fachri
Energi nabati Bobibos
BBM Nabati karya anak bangsa, Bobibos

Rubrik.co.id – Minat terhadap energi terbarukan terus meningkat seiring upaya global mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon.

Indonesia sebagai negara agraris memiliki peluang besar untuk memanfaatkan sumber daya berbasis biomassa.

Salah satu inovasi yang kini mencuri perhatian adalah BOBIBOS, bahan bakar nabati berbasis jerami yang menawarkan pendekatan berbeda dalam solusi energi berkelanjutan.

BOBIBOS hadir dengan konsep waste-to-energy, yaitu mengolah limbah pertanian yang melimpah menjadi energi cair berkinerja tinggi.

Selama ini jerami sering kali dianggap tak bernilai bahkan menjadi sumber masalah lingkungan karena praktik pembakaran di lahan yang masih umum terjadi.

Melalui teknologi pengolahan BOBIBOS, limbah tersebut justru diubah menjadi produk bernilai ekonomi dan berdampak positif bagi lingkungan.

BBM Ramah Lingkungan

Bahan bakar ini diklaim ramah lingkungan karena menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan BBM fosil.

Proses pembuatannya sekaligus membantu mengurangi praktik pembakaran terbuka jerami yang menyumbang polusi udara.

Selain itu, keberadaannya berpotensi memperkecil ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar berkualitas tinggi.

Dari sisi teknis, hasil uji menunjukkan bahwa Bobibos memiliki nilai oktan mendekati RON 98, setara dengan bahan bakar premium di pasaran.

Artinya, produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki performa tinggi yang dapat digunakan untuk kendaraan modern.

Keunggulan lain terletak pada efisiensi biaya. Dengan ketersediaan bahan baku melimpah di berbagai daerah, biaya produksi Bobibos dapat ditekan sehingga berpeluang dijual lebih murah dibandingkan BBM beroktan tinggi berbasis fosil.

Salah satu konsep menarik dari BOBIBOS adalah kemampuannya untuk diproduksi di tingkat desa. Melalui program “Bobibos Mini”, masyarakat desa dapat mengolah jerami secara mandiri menjadi bahan bakar.

Bobibos membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat kemandirian energi desa. ***