Rubrik.co.id – BOBIBOS, bahan bakar nabati beroktan tinggi (RON 98) yang dikembangkan dari tanaman, resmi diperkenalkan sebagai solusi bahan bakar alternatif yang lebih murah, bersih, dan mudah diakses tanpa antre panjang ataupun izin berlapis.
Dikutip dari IGnya, BOBIBOS lahir dengan tujuan sederhana namun berdampak besar seperti mempermudah hidup nelayan, petani, dan masyarakat kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan bahan bakar dengan harga terjangkau dan tanpa kerumitan birokrasi.
“Tanpa antre panjang. Tanpa izin berlapis. Tanpa rumitnya beli bahan bakar,” demikian pesan yang digaungkan BOBIBOS dalam peluncurannya, Minggu 2 November 2025.
Bahan bakar ini diklaim ramah lingkungan karena memanfaatkan tanaman sebagai bahan baku.
Sehingga berkelanjutan dan tidak mengandalkan fosil. Dengan konsep energi dari tanah kita, diolah oleh tangan kita, BOBIBOS membawa semangat kemandirian energi dari akar rumput.
Didukung Gubernur Jawa Barat
Langkah besar kemudian hadir dari Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi menandatangani nota kerja sama dengan penemu BOBIBOS, Muhammad Ikhlas Thamrin, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Sabtu (15/11/2025).
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan bahan bakar nabati berbasis jerami agar dapat diproduksi massal.
“Kita sudah tanda tangan MoU. MoU-nya sudah ditandatangani antara saya dengan bosnya, Bobibos,” kata Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut memastikan produksi perdana akan segera dimulai.
Pekan depan, panen jerami akan dilakukan sebagai bahan dasar produksi awal.
Untuk tahap pertama, konsumsi bahan bakar nabati ini hanya akan digunakan dalam uji coba internal di lingkungan Lembur Pakuan.
“Nanti ke depannya adalah hal-hal yang bersifat teknisnya. Jadi minggu depan kita panen. Maka jeraminya akan segera dibuat produksi untuk bahan bakar nabati dan konsumsinya hanya untuk uji coba di lingkungan Lembur Pakuan dulu,” ujar Dedi.
BOBIBOS menjadi salah satu inovasi energi hijau yang lahir dari gagasan pemuda Indonesia. ***





