Daerah  

Diduga Terlibat Penganiayaan, Istri Terduga Penembak di Kajang Bulukumba Diminta Ditangkap

Azka Fachri
Ilustrasi Penembakan
Ilustrasi Penembakan

Rubrik.co.id – Kasus penembakan yang menewaskan UM alias UT (55) di Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga korban.

Mereka menduga peristiwa tersebut tidak hanya melibatkan pelaku utama penembakan, tetapi juga pihak lain yang hingga kini belum diproses hukum.

Anak korban, Nisrayani, menyampaikan kecurigaan adanya kejanggalan dalam kematian ayahnya. Ia menilai aparat penegak hukum perlu mengembangkan penyelidikan dan tidak berhenti pada satu tersangka saja.

Secara terbuka, Nisrayani mendesak kepolisian untuk segera menangkap istri terduga pelaku penembakan yang diduga kuat ikut terlibat dalam rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Desakan tersebut diperkuat dengan hasil autopsi forensik yang ditemukan pihak keluarga.

“Kami meminta Polisi untuk tidak berhenti pada pemeriksaan pelaku utama saja. Kami menduga kuat bahwa istri pelaku memiliki peran dan terlibat dalam insiden penembakan ini,” ujar Nisrayani, Selasa, 16 November 2025.

Menurut keluarga korban, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya luka-luka lain di tubuh korban yang tidak hanya disebabkan oleh tembakan.

Mereka menilai temuan tersebut menjadi petunjuk penting yang harus ditindaklanjuti penyidik.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik ditemukan ada sejumlah luka lebam di tubuh korban. Bukan hanya luka penembakan tapi bekas pukulan benda tumpul,” terangnya.

Keluarga Korban Bersuara

Keluarga korban berharap aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan lanjutan secara menyeluruh, termasuk memeriksa dan menahan istri pelaku demi mengungkap kebenaran kasus ini.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk membuka motif kejadian sekaligus memastikan seluruh pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Penyidik harus transparan mengusut kasus almarhum bapak saya. Kalau meninggalkan hanya di tembak, kenapa di tubuhnya (bapak) ada luka lebam akibat pukulan benda tumpul,” keluh Nisrayani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, hasil autopsi forensik mencatat adanya satu luka tembak serta sembilan luka lebam di tubuh korban.

Luka lebam tersebut diduga kuat akibat hantaman benda tumpul yang dilakukan oleh orang lain saat kejadian berlangsung.

Nisrayani juga mengungkap kronologi awal kejadian yang disebut bermula dari cekcok antara korban dan istri pelaku di halaman rumah pelaku.

“Jadi pada saat cekcok, saya panggil bapak saya pulang. Tapi bapak saya berbalik badan, istri pelaku memukul bagian kepala belakang bapak saja menggunakan balok,” terangnya.

“Istri pelaku kembali memukul bapak saya setelah ditembak menggunakan bambu. Jadi pertama pakai balok dan kedua pake bambu panjang. Dia pukul berulang kali pakai bambu,” tambah Nisrayani.

Ia menegaskan, hasil autopsi semakin menguatkan dugaan keterlibatan istri pelaku, mengingat luka lebam ditemukan di berbagai bagian tubuh korban, mulai dari kepala, belakang kepala, tangan, kaki, hingga bagian tubuh lainnya.

“Kami berharap penyidik tidak hanya fokus pada penembakan tapi sebab lainnya seperti luka lebam ini. Hasil forensik menyebutkan bahwa kelumpuhan dan kematian otak itu akibat hantaman benda tumpul,” tegas Nisrayani.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan pemeriksaan maupun penangkapan terhadap istri terduga pelaku.

Sementara itu, keluarga korban menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan perkara tersebut dan berharap proses hukum berjalan secara transparan, menyeluruh, dan berkeadilan. ***