Di Grand Final 2, Host Indosiar Tegaskan Virtual Gift Bukan Judi

Azka Fachri
Tasya DA7
Tasya DA7

Rubrik.co.id – Isu soal Virtual Gift dalam ajang Dangdut Academy 7 (DA7) akhirnya ditegaskan langsung oleh pihak Indosiar.

Host acara DA7, Rina Nose, menekankan bahwa mekanisme Virtual Gift yang digunakan untuk menentukan juara sama sekali bukan bentuk perjudian.

Penegasan itu disampaikan Rina Nose di sela-sela konser Grand Final DA7 yang disiarkan secara langsung, Rabu (24/12/2025).

Ia menyebut Virtual Gift hanyalah sistem baru yang menggantikan mekanisme SMS voting yang selama ini digunakan dalam ajang pencarian bakat.

“Jadi bukan judi ya. Virtual Gift ini pengganti SMS, dan semuanya transparan,” kata Rina Nose di hadapan penonton.

Menurut Rina, dalam pengiriman Virtual Gift tidak ada unsur untung-rugi seperti yang melekat pada praktik perjudian.

Virtual Gift Pengganti SMS

Pemirsa secara sadar memberikan dukungan kepada finalis favoritnya, sama seperti saat melakukan voting melalui SMS pada musim-musim sebelumnya.

Sistem Virtual Gift di DA7 memungkinkan penonton memberikan dukungan secara real time dengan nilai yang sudah ditentukan.

Seluruh perolehan gift ditampilkan secara terbuka selama siaran berlangsung, sehingga bisa dipantau langsung oleh publik.

Indosiar menilai penerapan Virtual Gift merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dan kebiasaan penonton saat ini.

Selain lebih praktis, sistem ini juga dinilai lebih transparan karena hasil dukungan dapat dilihat secara langsung tanpa jeda waktu.

Sejak diterapkan di babak Grand Final Dangdut Academy 7, Virtual Gift menjadi satu-satunya indikator penentuan juara.

Tidak ada lagi penilaian juri, seluruh hasil murni berasal dari akumulasi dukungan pemirsa selama rangkaian konser grand final.

Sebagaimana telah diumumkan, juara Dangdut Academy 7 akan ditentukan pada konser penentuan atau Grand Final 3.

Total Virtual Gift dari Grand Final 1, Grand Final 2, hingga konser kemenangan akan diakumulasikan untuk menentukan pemenang. ***