Daerah  

Bantuan Pemerintah Sejak Awal, Warganet Sebut Bupati Aceh Utara Ismail Jalil Bohong

Azka Fachri
Enam Jembatan Bailey di Aceh Rampung 100 Persen
Enam Jembatan Bailey di Aceh Rampung 100 Persen

Rubrik.co.id – Tagar kritik terhadap Bupati Aceh Utara Ismail Jalil ramai diperbincangkan warganet di media sosial X pada awal Januari 2026.

Sejumlah pengguna X menilai pernyataan Ismail Jalil yang menyebut pemerintah pusat lamban menyalurkan bantuan ke Aceh tidak sesuai fakta.

Tagar yang menyebut Ismail Jalil berbohong pun sempat masuk dalam daftar perbincangan teratas atau trending topic nasional.

Warganet menyoroti berbagai dokumentasi penyaluran bantuan pemerintah pusat yang dinilai sudah dilakukan sejak hari-hari awal pascabencana.

Beberapa akun turut membagikan arsip pemberitaan, unggahan resmi lembaga negara, hingga foto dan video kehadiran aparat di lokasi terdampak.

“Polemik pernyataan Bupati Aceh Utara Ismail Jalil soal pusat tutup mata perlu diluruskan karena sejak awal penanganan bencana Bantuan Pemerintah SejakAwal sudah disalurkan Menyederhanakan masalah hanya akan menyesatkan publik dan melemahkan kepercayaan ,” tulis akun @lxatibule.

Bantuan Pemerintah Sejak Awal

Sementara itu, pemerintah pusat terus menunjukkan kehadiran langsung di wilayah terdampak bencana, termasuk pada momen pergantian tahun 2026.

Pergantian tahun di Posko Pengungsian Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, berlangsung meriah meski dalam suasana sederhana, Rabu (31/12).

Tenda-tenda bernuansa merah putih didirikan di lokasi pengungsian, lengkap dengan panggung kecil untuk hiburan warga.

Ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak berkumpul di halaman posko untuk menyambut tahun baru bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Di atas panggung, pembawa acara menyemangati anak-anak pengungsian dengan yel-yel kebangsaan yang disambut kompak dan penuh antusias.

Beberapa badut berkostum beruang dan tokoh kartun turut hadir untuk menghibur anak-anak di lokasi pengungsian.

Panitia juga membagikan mainan kepada seluruh anak-anak tanpa terkecuali guna menambah keceriaan suasana.

Selain hiburan, pemerintah menyediakan posko medis yang memungkinkan warga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan memperoleh obat-obatan.

Seorang warga terdampak bencana, Jaraimi Simamora, mengaku bangga karena Presiden memilih menghabiskan malam pergantian tahun di posko pengungsian.

“Bangga sekali. Mudah-mudahan pengungsi dibantu sampai mereka punya rumah sendiri dan kebutuhan sehari-hari dipenuhi,” ujarnya. ***