Presiden Chili Kecam Penangkapan Presiden Venezuela Maduro oleh AS

Azka Fachri
Presiden Chili konferensi pers
Presiden Chili konferensi pers

Rubrik.co.id – Presiden Chili Gabriel Boric mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.

Boric menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip kedaulatan negara dan berpotensi membahayakan stabilitas kawasan Amerika Latin.

Pernyataan itu disampaikan Boric menyusul klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut militer AS telah melancarkan operasi besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Maduro.

Klaim tersebut sebelumnya memicu ketegangan internasional dan reaksi keras dari sejumlah negara.

Pernyataan Resmi Gabriel Boric

Dalam pernyataannya, Boric menegaskan bahwa kedaulatan negara bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan prinsip fundamental dalam hubungan internasional.

“Kedaulatan bukanlah formalitas. Hari ini Venezuela, besok bisa jadi negara lain. Tindakan seperti ini membahayakan keamanan dan stabilitas semua negara di kawasan ini,” ujar Boric.

Boric menyatakan Chili menolak tindakan sepihak negara Amerika Utara yang melakukan intervensi langsung terhadap pemerintahan negara lain.

Ia menilai pendekatan militer tidak dapat dibenarkan dalam menyelesaikan perbedaan politik dan justru berisiko memperluas konflik regional.

Kecaman dari Presiden Chili menambah daftar reaksi internasional atas klaim penangkapan Maduro.

Sebelumnya, Venezuela menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai agresi militer dan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hingga kini, pemerintah Venezuela belum memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan Presiden Nicolás Maduro, sementara Amerika Serikat belum menyertakan bukti konkret atas klaim penangkapan tersebut.

Di sisi lain, laporan ledakan di Caracas serta beredarnya foto-foto Maduro di media sosial terus memicu spekulasi global.

Situasi di Amerika Latin pun menjadi sorotan dunia, menyusul kekhawatiran bahwa eskalasi konflik antara Washington dan Caracas dapat menyeret negara-negara lain di kawasan ke dalam ketegangan geopolitik yang lebih luas. ***