Ini Lirik Lagu Baru Idgitaf – Rutinitas

Azka Fachri
Lagu “Rutinitas” karya Idgitaf
Lagu “Rutinitas” karya Idgitaf

Rubrik.co.id – Lagu “Rutinitas” karya Idgitaf menghadirkan potret jujur tentang fase paling sunyi setelah sebuah perpisahan: saat seseorang harus belajar hidup tanpa kehadiran yang dulu menjadi pusat keseharian.

Lagu ini tidak berkutat pada ledakan emosi atau amarah, melainkan memilih jalur yang lebih tenang, reflektif, dan penuh penerimaan.

Cerita lagu dimulai dari kebingungan eksistensial pasca berpisah. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Jika kita berpisah, rutinitasku apa?” dan “Cara hidupku yang baru, waktu itu apa?” menjadi pintu masuk ke fase kehilangan arah.

Sosok “aku” dalam lagu ini seolah kehilangan struktur hidup karena rutinitasnya selama ini dibangun bersama orang yang kini telah pergi.

Memasuki bagian berikutnya, pendengar diajak masuk ke fase pencarian: mencari normal yang baru.

Ini adalah masa di mana tokoh dalam lagu mencoba berdamai dengan kesendirian, meski kenyataannya tidak mudah. Segala hal kecil—tempat, waktu, kebiasaan—terus mengingatkan pada sosok yang telah tiada dalam hidupnya.

Ada usaha untuk pura-pura tak sadar, namun luka emosional tetap hadir.

Reff lagu menjadi titik balik emosional. Kalimat “Nanti terbiasa, deras hujan pun reda” menjadi mantra penguat, sebuah pengakuan bahwa rasa sakit tidak selamanya menetap.

Seperti hujan deras, kesedihan akan reda pada waktunya. Dari sini, alur cerita mulai bergerak ke arah harapan.

Pada bagian akhir, lagu ini tidak menjanjikan kebahagiaan instan, melainkan sebuah proses. Tokoh “aku” meyakinkan dirinya sendiri bahwa suatu hari akan tiba masa baru—dengan cinta baru dan rutinitas baru. Bukan sebagai bentuk pengkhianatan pada masa lalu, tetapi sebagai tanda bahwa hidup harus terus berjalan.

Makna utama lagu “Rutinitas” terletak pada proses penyembuhan emosional setelah kehilangan.

Lagu ini menggambarkan fase grieving yang sunyi: ketika seseorang tidak hanya kehilangan pasangan, tetapi juga kehilangan kebiasaan, jadwal, dan rasa aman yang dulu terasa biasa.

Lirik “Dalam hati kecilku, sebaiknya begitu” menunjukkan konflik batin yang realistis. Ada keinginan untuk segera pulih, namun hati belum sepenuhnya siap.

Idgitaf dengan jujur menampilkan luka yang masih mengilu, tanpa berusaha menutupinya dengan optimisme semu.

Frasa “kan terbit masaku” menjadi simbol kelahiran kembali. Seperti matahari yang terbit setelah malam panjang, penyembuhan digambarkan sebagai proses alamiah—perlahan, pasti, dan tidak bisa dipaksakan.

Cinta baru dan rutinitas baru bukan sekadar pengganti, melainkan fase kehidupan yang berbeda.

“Rutinitas” adalah lagu tentang keberanian untuk bertahan di tengah kehilangan.

Idgitaf berhasil merangkum perasaan banyak orang yang sedang belajar hidup kembali setelah perpisahan—tanpa drama berlebihan, namun penuh kejujuran emosional.

Lagu ini menjadi pengingat lembut bahwa kesedihan bukanlah akhir, dan kebiasaan baru akan tumbuh seiring waktu. ***

Lirik Lagu Idgitaf – Rutinitas

Jika kita berpisah
Rutinitasku apa?
Cara hidupku yang baru
Waktu itu apa?

Mencari normal baruku
Yang disitu hanya aku
Dan pura-pura tak sadar
Segalanya mengingatkanku padamu

Ohh….
Nanti terbiasa
Deras hujan pun reda

Oh…
Begitupun aku
Kan terbit masaku
Dengan cinta baru
Rutinitas baru

Dalam hati kecilku
Sebaiknya begitu
Kita masing-masing dulu
Jalani hari dengan sendi mengilu

Mencari normal baruku
Yang disitu hanya aku
Dan pura-pura tak sadar
Segalanya mengingatkanku padamu

Ohh….
Nanti terbiasa
Deras hujan pun reda

Oh…
Begitupun aku
Kan terbit masaku
Dengan cinta baru
Rutinitas baru

Ohh….
Nanti terbiasa
Deras hujan pun reda

Oh…
Begitupun aku
Kan terbit masaku
Dengan cinta yang baru
Rutinitas baru

Rutinitas Baru
Nanti terbiasa

Oh…
Begitupun aku
Kan terbit masaku
Dengan cinta baru
Rutinitas baru