Fenomenal! no na Bawa Lagu ‘Work’ ke Panggung Global

Azka Fachri
Klip No Na 'Work' mendunia
Klip No Na 'Work' mendunia

Rubrik.co.id – no na adalah grup vokal wanita asal Indonesia yang bernaung di bawah label internasional 88rising dan mengusung musik R&B modern berbalut identitas budaya Nusantara.

Grup ini beranggotakan Christy Gardena, Esther Geraldine, Baila Fauri, dan Shazfa Adesya yang berasal dari latar belakang vokal dan tari berbeda.

Pembentukan no na bermula dari ketertarikan pendiri 88rising, Sean Miyashiro, untuk menghadirkan grup vokal wanita dengan karakter kuat dari Asia Tenggara.

Proses seleksi awal mempertemukan Christy Gardena, Baila Fauri, dan Shazfa Adesya yang pertama kali berjumpa di Festival Head in the Clouds Jakarta pada Desember 2022.

Enam bulan berselang, Esther Geraldine bergabung sebagai anggota keempat dan melengkapi formasi grup.

Perjalanan no na Internasional

Setelah formasi lengkap, keempat anggota menjalani pelatihan vokal dan tari di Jakarta sebelum menetap di Los Angeles pada 2024 untuk fokus meniti karier global.

88rising secara resmi mengumumkan debut no na pada 29 April 2025 sebagai grup vokal wanita asal Indonesia dengan anggota dari Jakarta, Lombok, dan Bali.

Perkenalan anggota dilakukan bertahap melalui video sejak 30 April hingga 1 Mei 2025.

Nama no na diambil dari kata “nona” dalam bahasa Indonesia yang berarti perempuan muda.

Grup ini resmi debut pada 2 Mei 2025 lewat singel perdana berjudul Shoot yang menonjolkan harmoni vokal dan nuansa R&B.

Setelah debut, no na merilis lagu Superstitious dengan pendekatan pop, disusul Falling in Love sebagai kelanjutan eksplorasi musikal.

Penampilan panggung perdana mereka berlangsung di Festival Head in the Clouds Los Angeles pada 31 Mei 2025.

Pada 10 Juli 2025, no na merilis album mini pertama bertajuk Orchids (Lullabies).

Memasuki 2026, grup ini kembali merilis singel Work yang menandai babak baru perjalanan musik mereka.

Dalam proses kreatif, no na menjadikan Diana Ross, Janet Jackson, SWV, TLC, Victoria Monét, dan FLO sebagai referensi musikal.

Identitas Indonesia ditampilkan melalui visual, koreografi terinspirasi tarian Bali, serta penggunaan bahasa Indonesia di panggung internasional.

Christy Gardena dikenal sebagai penari dan vokalis dengan latar balet dan prestasi internasional di bidang tari.

Esther Geraldine merupakan vokalis dengan pengalaman solo dan rekam jejak di Indonesian Idol serta kolaborasi musisi nasional.

Baila Fauri dikenal publik sejak Indonesian Idol dan aktif merilis karya solo sebelum bergabung dengan no na.

Shazfa Adesya Zahra berperan sebagai penari dan vokalis dengan latar pendidikan internasional serta popularitas dari video tari viral.