Bisnis  

Gerak Positif Rupiah Menanti Arah The Fed

Azka Fachri
Uang bansos
Uang bansos

Rubrik.co.id – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu pagi di Jakarta bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Mata uang Garuda naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.775 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.811 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi saat pelaku pasar global bersikap menunggu menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

“Investor menunggu data pasar tenaga kerja AS untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed di masa mendatang,” kata Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede.

Sentimen Global dan Domestik

Pasar global disebut memiliki ekspektasi tinggi terhadap laporan non-farm payrolls AS setelah data ketenagakerjaan sektor swasta versi ADP pekan lalu menunjukkan hasil di bawah harapan.

Kondisi tersebut mendorong spekulasi apakah pasar tenaga kerja AS mulai menunjukkan pelemahan yang berarti.

Sebelumnya, data penjualan ritel AS pada Desember 2025 tercatat stagnan secara bulanan dan melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Josua menilai pelemahan permintaan konsumen itu memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS berpeluang mempertahankan kebijakan moneter longgar sehingga memberi tekanan pada dolar.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia masih melihat ruang pelonggaran kebijakan suku bunga ke depan.

Deputi Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa bank sentral mempertimbangkan efektivitas transmisi suku bunga sebelum melangkah lebih jauh.

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi terbaru.

Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan domestik, pergerakan rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS.