Rubrik.co.id – Pekan ke-23 BRI Super League menghadirkan duel panas saat Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2) malam.
Pertandingan ini memiliki nuansa khusus bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, yang pernah lama menukangi PSM sebelum hijrah ke Surabaya.
Bagi Tavares, laga ini bukan sekadar perburuan tiga poin, tetapi juga pertemuan dengan klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Duel Emosi dan Profesionalisme
Bernardo Tavares mengakui PSM datang sebagai lawan tangguh dengan kualitas pemain yang sudah teruji di level kompetisi.
Ia juga menilai tim tamu memiliki keuntungan waktu persiapan yang lebih panjang dibanding Persebaya.
Meski menyimpan ikatan emosional dengan PSM, Tavares memastikan fokusnya kini sepenuhnya tercurah untuk Bajul Ijo.
“Banyak pemain di sana sudah seperti keluarga bagi saya, tetapi saya seorang profesional dan akan memberikan segalanya untuk Persebaya,” ujar Tavares.
Persebaya sendiri datang ke laga ini dengan catatan dua hasil terakhir yang belum maksimal.
Situasi tersebut dijadikan bahan evaluasi tanpa membuat tim larut dalam tekanan.
Tavares menekankan pentingnya menjaga aspek positif permainan sambil memperbaiki kesalahan yang masih muncul.
Perhatian khusus juga diarahkan pada skema bola mati yang menjadi sumber mayoritas gol Persebaya dalam beberapa laga terakhir.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, fokus, disiplin, dan determinasi pemain menjadi kunci untuk menghadapi PSM.
Tavares percaya sepak bola selalu menyediakan kesempatan baru selama tim mau bekerja keras di setiap pertandingan.






