Rubrik.co.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyoroti lemahnya koordinasi lini belakang timnya saat kehilangan bola.
Masalah tersebut menjadi perhatian utama dalam sesi latihan menjelang lanjutan BRI Super League musim 2025/26.
Tavares menilai transisi defensif yang kurang rapi membuat gawang Persebaya kerap kebobolan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Persebaya Fokus Perbaiki Transisi Defensif
Sejak menjalani debut pada 10 Januari 2026, Tavares mencatat empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Persebaya mampu mencetak 15 gol dalam periode tersebut, namun jumlah kebobolan juga mencapai angka yang sama.
Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda menjadi salah satu sorotan utama tim pelatih.
Sebagian besar gol yang bersarang terjadi dalam tiga laga terakhir akibat lemahnya koordinasi di area pertahanan.
“Target kami memperbaiki kesalahan pertandingan terakhir dan membutuhkan pemain dengan keseimbangan defensif yang lebih baik,” ujar Tavares.
Ia menegaskan latihan difokuskan pada penguatan garis pertahanan serta mekanisme saat tim menguasai dan kehilangan bola.
Menurutnya, keseimbangan antara lini serang dan pertahanan harus segera dibenahi untuk menghadapi jadwal padat.
Tavares juga menilai pemain harus lebih cermat dalam mengambil keputusan saat menghadapi situasi transisi.
Selain sektor belakang, lini serang juga mendapat porsi latihan untuk meningkatkan efektivitas saat menguasai permainan.
“Kami menyusun prinsip garis pertahanan dan skema menyerang agar tim lebih seimbang,” katanya.
Ia berharap para pemain mampu memahami taktik tersebut untuk meredam serangan balik lawan.
Persebaya menargetkan tampil lebih solid saat menghadapi Persita Tangerang pada Sabtu 4 April 2026.
Perbaikan koordinasi dan disiplin bertahan dinilai menjadi kunci untuk mengamankan poin penuh di laga tersebut. ***






