Rubrik.co.id – Menjelang laga kontra Persis Solo pada pekan ke-30 BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (27/4), Persija Jakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan.
Klub berjuluk Macan Kemayoran itu menginisiasi aksi sosial donor darah bertajuk “Satu Darah, Darah Indonesia” sebagai bentuk kepedulian di tengah atmosfer kompetisi sepak bola.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen klub untuk memberi dampak positif di luar lapangan.
“Kami ingin keberadaan Persija tidak hanya dirasakan di dalam stadion, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas. Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu langkah konkret kami dalam mendukung aksi kemanusiaan. Semangat ‘Satu Darah, Darah Indonesia’ kami harapkan bisa mengajak lebih banyak pihak untuk peduli dan berkontribusi,” ujarnya.
Program ini bukan kali pertama digelar. Pada laga kandang sebelumnya saat menjamu Persebaya Surabaya (11/4), kegiatan serupa telah lebih dulu dilaksanakan.
Dalam pelaksanaannya, Persija bekerja sama dengan I.League dan Palang Merah Indonesia (PMI), serta didukung sejumlah mitra seperti Bank DKI, Bakrie Untuk Negeri, PAM Jaya, dan Se’Indonesia.
Misi Kemenusiaan di Ketattnya BRI Liga Super Indonesia
Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah, menekankan bahwa kegiatan donor darah membawa nilai kemanusiaan yang kuat di tengah rivalitas sepak bola.
“Kolaborasi kegiatan donor darah yang digagas oleh Persija, I.League, dan Palang Merah Indonesia (PMI) tidak sekadar menghadirkan aksi sosial, melainkan juga menghidupkan kembali falsafah lama bangsa, yakni gotong royong kemanusiaan. Di tengah kuatnya rivalitas sepak bola, kegiatan ini justru menempatkan suporter sebagai subjek kemanusiaan, bukan sekadar pendukung klub. Mereka menjadi agen tanggung jawab sosial yang efektif. Suporter sebagai pendonor mampu menembus sekat-sekat identitas dan bahkan menjadi simbol perekat bagi para penonton sepak bola di Indonesia,” ujarnya.
“Donor darah, pada hakikatnya, tidak mengenal jenis kelamin, latar belakang, maupun afiliasi klub, apakah Persija, Persebaya, PSIS, atau Persib. Demikian pula penerima darah tidak pernah dipilah berdasarkan loyalitas klub sepak bola. Di sinilah kampanye ‘Satu Darah, Darah Indonesia’ yang digaungkan oleh Persija, I.League, bersama PMI menjadi relevan sebagai bentuk gotong royong kemanusiaan untuk Indonesia,” lanjut Ramdansyah.
Apresiasi juga datang dari Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra.
Ia menilai konsistensi Persija dalam menjalankan program sosial layak menjadi contoh bagi ekosistem sepak bola nasional.
“Kami menyambut baik keberlangsungan program donor darah yang terus dilakukan. Hal ini menjadi bukti bahwa sepak bola juga memiliki peran sosial yang kuat, tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga kontribusi nyata yang memberi harapan dan manfaat bagi sesama,” tutupnya. ***






