Jeritan Sopir Bulukumba Ditengah Larangan Mudik, Berutang Hingga Jual Barang di Rumah

Rubrik Redaksi
20210409045529 normal
Ilustrasi (foto/int).

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Para pekerja transportasi semakin terjepit seiring larangan mudik Idul Fitri 2021. Aturan yang diterbitkan Pemerintah itu berlaku pada 6 Mei-17 Mei 2021.

Mudik Lebaran yang seharusnya menjadi ‘musim panen’ bagi mereka berlalu begitu saja. Larangan mudik pun membuat sopir bus angkutan menjadi pengangguran.

Pasalnya, mereka yang menggantung hidupnya dari balik kemudi bus harus berutang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Salah seorang sopir angkutan jurusan Bulukumba-Makassar Jamil  mengatakan, untuk memenuhi dapur rumah tangganya saat ini ia harus kembali berutang.

“Kami untuk memenuhi kebutuhan hidup berutang kepada orang, kadang pun menjual barang yang ada di rumah,” katanya, kepada Rubrik.co.id Rabu 5 Mei 2021.

Ia menyebut, hutang keluarga kepada orang lain saat tahun lalu belum tertutupi, dan ditahun ini harus terpaksa kembali berutang. Dikatakannya, larangan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah membuat para sopir harus gigit jari.

“Disaat ini kita panen, dalam artian banyak penumpang. Tapi kita dilarang untuk beroperasional. Tahun lalu 3 bulan kami berhenti beroperasi. Nah tahun ini 2 minggu menjelang lebaran kami dilarang juga untuk beroperasi,” keluhnya,” ujarnya.

Para supir jurusan Bulukumba-Makassar  hanya dapat mengelus dada dan menerima kenyataan yang sedang dijalaninya. Bahkan, untuk menambah pengasilan sulit untuk dilakukan, karena hanya skil mengemudi yang mereka punya.

Jamil beserta sopir lainnya hanya berharap bantuan dari pemerintah untuk membantu kehidupannya sehari-hari.(**)