Jembatan Desa Tamaona Bulukumba Ambruk, Akses Jalan Terputus 

Rubrik Redaksi
IMG 20210708 2941
Ketfo : Wakil bupati Bulukumba H Andi Edy Manaf saat meninjau jembatan yang ambruk di Desa Tamaona Kamis 8 Juli 2021.

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, terjun langsung melihat kondisi jembatan yang ambruk di Desa Tamona, Kecamatan Kindang.

Jembatan itu ambruk, Kamis 8 Juli 2021 dini hari, diduga akibat derasnya air akibat curah hujan yang tinggi.

Edy Manaf berharap agar segera dibuatkan jembatan darurat yang bisa dilalui warga.

Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalur utama warga Desa Tamaona menuju desa tetangga, seperti Desa Orogading, Desa Kahayya dan Desa Kindang.

“Saya sudah perintahkan kadis PUPR untuk tindak lanjuti. Pak bupati juga berharap segera dintindak lanjuti,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Tamaona, Bustan, menjelaskan, jika jembatan tersebut dibangun pada tahun 2016 menggunakan anggaran APBD.

Namun, ia mengaku tidak ingat lagi berapa anggaran pembangunannya saat itu.

Kadis PUPR Bulukumba, Rudy Ramlan juga telah meninjau langsung lokasi setelah menerima laporan bencana dari warga di tiga desa.

Yakni Desa Tamaona Kecamatan Kindang, Desa Batu Karopa Kecamatan Rilau Ale dan Desa Bonto Bulaeng Kecamatan Bulukumpa.

“Setelah kami memantau dan melakukan pengukuran kondisi bencana, kami langsung melaporkan kembali kepada bupati,” jelas Rudy.

“Dan beliau memerintahkan kepada kami untuk segera mengambil langkah strategis dalam menangani kondisi bencana tersebut, dan kami akan berkoordinasi dengan BPBD,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya, Sekretaris Badan Permuswaratan Desa (BPD) Desa Tamaouna, Bung Ilho, menceritakan, jembatan tersebut ambruk sekira Pukul 02.00 Wita atau dini hari tadi.

“Jembatan ini penghubung menuju Desa Kahayya, Desa Orogading, dan Desa Kindang. Kalau di Tamaona, ada dua dusun yang terputus aksesnya, Dusun Karang Bulotong dan Galung Lohe,” beber Bung Ilho kepada tribun-timur.com.

Untuk menuju Kota Bulukumba di Kecamatan Ujung Bulu, satu-satunya jalur alternatif adalah dengan melingkar ke Anrihua dan Borong Rappoa.

Meski jaraknya terbilang cukup jauh, namun hanya itu akses satu-satunya yang bisa dilalui.

“Untuk sementara tidak ada penyeberangan, kalau memaksakan harus melingkar ke Anrihua, Borong Rappoa,” kata Ilho.

Untuk sementara, lanjut Ilho, pemerintah desa (Pemdes) masih mencari solusi terkait putusnya jembatan penghubung tersebut.

Ilho juga membeberkan, jika dampak dari curah hujan yang tinggi tersebut membuat satu rumah warga kebanjiran.

Yakni rumah milik warga bernama Kaso. Olehnya itu, Ilho meminta warga untuk tetap waspada.

“Mari tetap waspada, sembari kita berdoa semoga terbebas dari bencana,” harapnya.

Sekadar informasi, beberapa titik di Kabupaten Bulukumba masih diguyur hujan hingga saat ini.(**)