RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Menjelang akhir tahun serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulukumba tahun anggaran 2021 baru mencapai 61 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Bulukumba, Saory Natalianti, memaparkan, sejauh ini baru realisasi belanja pegawai yang tinggi yakni sekitar 84 persen.
Sementara realisasi pembangunan infrastruktur baru mencapai 44 persen dari total anggaran sekitar 200 miliar.
“Khusus untuk kegiatan fisik Infrastruktur jalan jaringan Irigasi serta gedung dan bangunan yang terealisasi 91 miliar dari total anggaran 200 miliar, atau jika dipersentasi itu sekitar 44 persen,” urai Saory, saat dikonfirmasi, Selasa, 23 November 2021.
Soal masih rendahnya serapan APBD khususnya pada kegiatan pembangunan infrastruktur, Saory mengatakan bahwa ia tidak tahu apa penyebabnya.
Namun menurut Saory, persoalan serapan anggaran itu terletak di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Diketahui, rancangan APBD 2021 yang berjumlah Rp. 1.521.740.009.798, yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp. 214.268.055.079, pendapatan transfer sebesar Rp. 1.252.886.354.719, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp54.585.600.000.
Sementara itu, untuk belanja daerah direncanakan sebesar Rp1.531.907.564.798, yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1.063.084.286.116, belanja modal sebesar Rp281.503.860.659, belanja tidak terduga, sebesar Rp2.154.016.044, dan belanja transfer sebesar Rp185.165.401.979. (**)






