Siap- siap Desa Tak Capai Target Vaksinasi, Pencairan ADD 2022 Ditunda

Rubrik Redaksi
IMG 20211222 14403
Ilustrasi Vaksin

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten Bulukumba akan menunda pencarian Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2022 apabila capaian vaksinasi desa belum mencapai 70 persen.

Kegiatan vaksinasi terus digenjot oleh pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity dari Covid-19.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni memaksimalkan vaksinasi di desa, Tiap desa ditargetkan untuk mencapai 70 persen dari sasaran vaksin.

“Kita telah bersurat ke desa-desa ada beberapa poin termasuk menindaklanjuti instruksi bupati terkait sanksi administrasi kepada masyarakat yang tidak vaksin,” kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, Selasa, 21 Desember 2021.

“Terus kita juga pertegas di dalam surat kalau desa harus mencapai 70 persen pada akhir Desember (Tahun 2021),” lanjutnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Uke ini, desa yang belum mencapai 70 persen akan ditunda pencairan ADDnya.

“Kalau ADD memang kewenangan Pemerintah Kabupaten Bulukumba, sedangkan BDD itu kan kewenangan pusat,” terangnya.

Mantan Camat Gantarang tersebut juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah desa telah bekerja keras dalam mencapai target vaksinasi.

Cuma, lanjutnya, beberapa kendala yang ditemui dalam pelaksanaan vaksinasi salah satunya soal validasi data.

“Banyak yang sudah divaksin tapi datanya tidak terupdate di desa, ada yang bermasalah NIKnya, dan ada juga yang terupdate di tempat lain seperti di Kodim dan Polres,” urainya.

Kendati demikian, Uke tetap optimis bahwa tiap desa di Kabupaten Bulukumba akan mencapai target vaksinasi seperti yang ditargetkan oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf.

Sementara itu, berdasarkan cakupan vaksinasi di tingkat desa per 19 Desember 2021, yang paling tertinggi capaian vaksinasi yakni Desa Bontorannu, Kecamatan Kajang yakni 75,61 persen. Disusul Desa Barombong Kecamatan Gantarang yang telah mencapai 65 persen.

Sedangkan desa yang belum mencapai 20 persen capaian vaksinasi, di antaranya Desa Tanah Towa 19 persen, Desa Bontolohe 18 persen, Desa Bontomate’ne 17 persen, Desa Anrang 19 persen, dan Desa Paenre Lompoe 18 persen.(**)