Harga Cabai dan Bawang di Bulukumba Meroket, Tembus Sampai Rp65 Ribu Per Kilogram 

Rubrik Redaksi
IMG 20220323 45883
Ilustrasi

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Menjelang Ramadan sejumlah bahan pokok mulai mengalami kenaikan harga secara drastis.

Berdasarkan pantauan wartawan di Pasar Sentral Bulukumba, Selasa, 22 Maret 2022, harga bahan pangan yang paling melambung yakni cabai dan bawang.

Cabai kecil misalnya, mengalami kenaikan hingga 100 persen, dari harga normal Rp.30 ribu sampai Rp.35 ribu per kilogram menjelang Ramadan ini harganya melambung tinggi menjadi Rp.60 ribu hingga Rp.65 ribu per kilogram.

Sementara bawang merah, yang biasanya Rp.10 ribu per kilogram kini telah naik menjadi Rp.25 ribu.

“Sudah hampir satu minggu cabai dan bawang merah naik harganya. Tapi ini biasa terjadi kalau mau puasa,” kata Ikka selaku salah satu pedagang Pasar Sentral yang dikonfirmasi wartawan.

Selain bumbu dapur, harga daging ayam juga mulai naik. Namun kenaikannya belum dominan, yakni dari harga Rp. 50 ribu per kilogram menjadi Rp. 45 per kilogram.

Untuk mengantisipasi terjadinya inflasi menjelang Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba telah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pembangunan Daerah Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bulukumba, Kusnadi Kamal, menjelaskan TPID terbentuk untuk mengendalikan inflasi di daerah khususnya di Kabupaten Bulukumba.

TPID ini akan mengumpulkan data perkembangan harga di Kabupaten Bulukumba, kemudian menyusun kebijakan pengendalian inflasi di Kabupaten Bulukumba.

Selanjutnya, TPID juga melakukan upaya untuk memperkuat sistem logistik, serta melakukan langkah penyelesaian hambatan dan permasalahan pengendalian inflasi pada tingkat kabupaten.

TPID ini diketuai langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulukumba, Ali Saleng, sebagai ketua harian.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DP2KUKM) Bulukumba, Munthasir Nawir, yang dikonfirmasi pada Minggu, 6 Maret 2022, mengungkapkan, biasanya kelangkaan atau kenaikan harga bahan pokok biasanya terjadi sepekan menjelang Ramadan.

“Biasanya kita lihat seminggu, kelangkaan bahan sembako atau kalau yang merangkak naik, maka kami koordinasikan ke Dinas Perdagangan Provinsi (Sulawesi Selatan), Bulog dan Dinas Pertanian dalam hal ini bidang Ketahanan Pangan,” kata Munthasir, yang dikonfirmasi via WhatsApp.

Menurutnya, bisa saja pihaknya maupun pihak pemerintah provinsi maupun pusat menyiapkan dana talangan untuk mengantisipasi kelangkaan atau kenaikan harga bahan pokok.

Kendati demikian, belakangan ini kenaikan harga atau kelangkaan bahan pokok bisa saja terjadi bukan hanya karena menjelang Ramadan, namun tidak terlepas dari pengaruh kondisi global.

“Kita ketahui dan kita sudah sampaikan baik oleh pemerintahan pusat sampai ke daerah dengan adanya perang antara Rusia dan Ukraina, ada beberapa bahan pokok yang merangkak naik atau mulai langka maka diharapkan masyarakat agar pandai mencermati kondisi ini apalagi menjelang Ramadan,” terangnya.

Munthasir mengimbau, agar masyarakat tidak panik dalam berbelanja. Karena fenomena panic buying juga dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga.

“Semoga bahan pokok stoknya ada dan kalau kenaikan harga semoga pemerintah pusat, provinsi dan di daerah mengambil langkah-langkah penekanan harga pokok dengan menggelar operasi pasar,” tutupnya.(**)