Daerah  

Kemacetan Semakin Parah di Depan Pasar Sentral Bulukumba , Warga : Entah Siapa yang Salah? 

Rubrik Redaksi
IMG 20220802 28133
Ketfo : Terlihat sejumlah kendaraan yang parkir di bawah tanda larangan berhenti tidak diindahkan petugas

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kendati telah ditempatkan petugas dari dinas perhubungan dan satuan lalulintas polres Bulukumba di jalan Samratulangi kemacetan semakin parah Selasa 2 Agustus 2022.

Hasil pantauan wartawan dilokasi, kemacaten mulai terjadi saat puluhan mobil pengangkut sayur mayur parkir di sepanjang jalan Samratulangi mulai dari depan terminal induk sampai sekitar pasar sentral Bulukumba.

Petugas dari dinas perhubungan yang memungut retribusi dan anggota sat lantas polres Bulukumba yang ditempatkan di terminal induk terkesan tidak peduli dengan pelanggaran lalulintas yang jelas terlihat didepan mata mereka.

” Heran tongga saya pak ada tongji polisi dan petugas dishub dilokasi tapi dilihat-lihat’ji saya parkir di tanda larangan parkir, seperti lagu saja liriknya entah siapa yang salah, ” kata Irsyam 35 pengendara yang melintas.

Irsyam mengatakan seharusnya terminal induk Bulukumba dijadikan sebagai lokasi bongkar muat , karena saat ini terminal induk Bululumba banyak tempat kosong parkiran angkutan umum.

” Saya masukan saja kalau bisa bongkar muat saja di dalam terminal karena macet terus kalau para pedagang dan pembeli kendaraan mereka parkir di tepi jalan,” kata Irsyam.

Menurut Irsyam kalau kondisi terminal induk saat ini sangat sepi harusnya pihak terkait mepungsikan terminal untuk dilakukan bongkar muat disana.

Bukan hanya Irsyam pengendara lainya Irfan 28 mengatakan kalau kemacetan terjadi hampir setiap sore Kendati sudah ada petugas dinas perhuhungan dilokasi.

Harusnya menurut Irfan kalau petugas yang memungut retribusi parkir untuk kendaraan yang parkir baik pedagan maupun warga lainya bisa diaturkan parkiran dan tidak seenaknya parkir sampai dibawah tanda larangan parkir.

” Saya sudah bisa pastikan kemacetan akan terjadi setiap hari disana kalau parkiran tidak tertata dengan baik,” katanya.

Sementara itu ditempat terpisah Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba, Andi Edy Manaf menyikapi serius sorotan terkait kemacetan yang terjadi di depan pasar sentral Bulukumba termasuk desakan perpindahan pasar setan dari pasar sentral ke Terminal induk.

Dikatakan Andi Edy Manaf, bahwa apa yang disampaikan oleh ketua Gempar serta keluhan masyarakat lain yang kerap disampaikan melalui pemberitaan di media online, memang perlu menjadi bahan pertimbangan pemerintah.

Sebab kata mantan Anggota DPRD Provinsi ini, bahwa berkaitan dengan hal tersebut, kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja. Karena diwilayah pasar sentral ini juga merupakan pusat perekonomian lain.

“Minimal kebijakan yang kita akan ambil nantinya, punya dampak positif. Termasuk dengan kemungkinan masalah kebocoran, masalah kemacetan, masalah kenyamanan pengusaha yang ada disana dan kenyamanan orang yang mau melewati jalur tersebut,” ucap Andi Edy sapaannya dihadapan para kadis dan Kabidnya.

Andi Edy mengaku, dirinya senang karena ada yang mau melihat baik kondisi ini dari berbagai sisi, termasuk dengan indikasi kebocoran PAD disana.

“Tidak ada jalan lain, kita harus Kembalikan ke pasar Cekkeng itu aktivitas pasar Setam atau bongkar muat sayuran ini,” katanya.

Sebab kata Andi Edy, kedepannya juga pasar Sentral akan segera direhab yang kemudian mengharuskan untuk dipindahkan aktivitas pasar Setam ini. (**)