RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Nasib puluhan petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bulukumba semakin memprihatinkan karena terpksa di rumahnya karena tidak pernah terimha gaji 3 bulan terkahir.
Informasi yang dihimpun Rubrik.co.id Senin 10 Oktober 2022 diketahui bulan Juli lalu gaji petugas Tagana Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba belum terbayarkan hingga saat ini.
Salah seorang petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) kabupaten Bulukumba yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan informasi tersebut.
” Benar pak gaji kami belum ada yang dibayarkan sudah ada tiga bulan lamanya,” katanya .
Ditambahkannya perhatian dari pejabat termasuk kepala bidan (Kabid) yang seharusnya mencarikan jalan atau solusi anggotanya bahkan terkesan cuek dan tidak mau tahu persoalan ini.
” Kepala bidan yang tangani masalah ini juga sama sekali tidak perduli dengan nasib puluhan anggota Tagana,” ujarnya.
Menurutnya dengan tidak digajinya puluhan anggota Tagana kabupaten Bulukumba akhirnya memilih untuk di rumahkan.
Dirinya bahkan mendesak pemerintah kabupaten Bulukumba untuk segera mencarikan solusi terkait persoalan ini agar gaji para petugas Tagana segera dibayarkan.
Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba, Andi Mappiwali saat kepada wartawan mengatakan, tidak adanya gaji petugas Tagana tersebut adalah imbas dari APBD Perubahan yang belum menemui titik final.
Hal ini membuat Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba merumahkan semua petugas Tagana.
“Kami rumahkan semua. Karena tidak ada anggaran untuk gaji mereka,” kata dia.
Selain itu, pihaknya juga bakal melakukan pengurangan petugas Tagana di Kabupaten Bulukumba. Saat ini, jumlah petugas Tagana sebanyak 75 orang. Rencananya, petugas ini akan di kurangi 25 orang.
“Nantinya hanya ada 50 petugas Tagana. Pengurangan petugas ini nanti kita lihat bagaimana kinerjanya,” kata dia.
Sekedar diketahui, gaji petugas Tagana tiap bulannya sebanyak Rp 750 ribu dari puluhan anggota Tagana uanh ada. (**)






