RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Peternak sapi di Desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba resah dengan adanya dugaan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Mereka berharap bisa ada pengawasan dari dinas terkait.
Wawan pemilik terbak asal desa Bontonyeleng seorang peternak merasakan langsung dampak dari adanya dugaan virus ini.
Ia memiliki beberapa ekor sapi dan semuanya sakit Wawan pun mengaku telah melakukan penyuntikan terhadap sapinya dengan harapan sapinya bisa terhindar dari sakit namun.
” Baru berapa ekor saya sudah vaksin , satu ekor saya bayar Rp.100 ribu tapi belum semua sudah saya vaksin,_ kata Wawan.
Bukan hanya Wawan peternak lainya Issa warga desa yang sama mengatakan kalau dirinya juga terkena dampak dari penyakit yang diduga virus PMK tersebut.
Issa berharap agar dinas terkait bisa turun langsung melakukan pengawasan terkait merebaknya penyakit ternak sapi yang diduga virus PMK tersebut.
” Saya tidak tau sakit apa sapi saya tapi banyak keluarkan air liur dan kandang kayak mau lumpuh,” kaya Issa.
Peternak berharap kepada dinas terkait untuk aktif turun melakukan pengawasan dan penyuluhan terhadap para peternak agar penyakit ini tidak menyebar ke ternak warga lainya.
Sementara itu kepala desa Bontonyeleng , kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba Andi Mauragawali mengatakan kalau satgas PMK sudah intens turun di desanya untuk melakukan pengawasan dan pembinaan pencegahan penyakit virus PMK.
” Kalau satgas sudah sering ke desa Bontonyeleng pantau ternak dan berikan bimbingan ke pemilik ternak tapi kendalanya tidak ada vaksin,” kata Opu sapaan akrab Andi Mauragawali.
Ditambahkan Opu kalau masalah pembayaran untuk vaksin PMK memang ada Rp100 ribu untuk satu ternak sapi kalau pemilik ternak yang meminta petugas untuk melakukan vaksin.
Namun Opu mengatakan kalau sampai saat ini belum ada ternak sapi warganya yang mati akibat terjangkit virus PMK.
” Pernah memang ada sapi warga yang mati tapi bukan karena virus PMK, tapi dipatok ular,” katanya. (**)






