RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Momen pergantian tahun mungkin menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Tak terkecuali para pedagang pernak pernik yang biasa digunakan saat menyambut tahun baru, seperti terompet , petasan Karena bagi mereka itu merupakan saatnya meraup keuntungan.
Namun ada hal yang berbeda yang terjadi di kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan . Menjelang perayaan pergantian tahun juga jadi buruang adalah alat kontrasepsi seperti kondom.
Di sejumlah minimarket, toko serta apotik , penjualan alat kontrasepsi itu disebut-sebut mengalami peningkatan penjualan. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, sejumlah minimarket di Bulukumba mengalami peningkatan omset dari penjualan alat tersebut.
Peningkatan penjualan itu diakui beberapa karyawan minimarket di Bulukumba dan para pengelola terjadi seiring dengan semakin dekatnya malam pergantian tahun.
Salah seorang karyawan minimarket di kota Bulukumba yang enggan disebut namanya mengakui permintaan alat kontrasepsi jenis kondom dan tissue magic sejak beberapa hari terakhir terus meningkat dibanding hari biasa.
“Kami hanya menyediakan. Soal untuk apa kondom itu, ya kami tidak tahu,” katanya.
Dikatakan fenomena meningkatnya jumlah penjualan kondom dialami hampir setiap pergantian tahun, sehingga pihaknya sejak jauh hari sudah menambah stok hingga 50 persen.
Diprediksi, peningkatan jumlah pembeli akan lebih besar sebentar malam Sabtu 31 Desember 2022.
“Kami jujur saja tidak tahu soal fenomena tersebut. Hanya harapan kami tentunya bukan untuk dipakai hal yang negatif seperti melakukan seks bebas,” katanya.
IM karyawan minimarket lainya di kota Bulukumba mengatakan, jika larisnya alat kontrasepsi seolah menjadi agenda rutin tiap tahun. Ini karena banyak kalangan yang akan menggunakannya pada malam pergantian tahun.
Mereka yang datang disebutkan IM mulai dari anak muda hingga orangtua. Dari sekian banyak merek dan jenis semuanya hampir terjual habis.
Imal juga mengatakan setidaknya beberapa kotak kondom telah terjual dari apoteknya.
“Sudah lumrah seperti tahun-tahun sebelumnya akan berbeda jauh dengan hari biasa. Kalau mayoritas yang membeli sih anak muda,” jelasnya. (**)






