RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Krisis air mulai melanda kabupaten Bulukumba akibatnya, banyak lahan pertanian tak memperoleh air. Luasnya mencapai ratusan hektare. Terancam gagal panen.
Musim kemarau menjadi ancaman di kabupaten Bulukumba . Krisis air yang melanda dipastikan berdampak pada sektor pertanian.
Ratusan hektare pertanian yang merupakan lahan tadah hujan mulai mengalami krisis air. Tanaman tak tumbuh dengan baik. Ada lahan yang mengalami rusak berat, ringan, bahkan gagal panen atau puso.
Salah satu wilayah krisis air itu ada di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Jusnadi salah seorang petani di desa Bukit Harapan kepada wartawan mengatakan, dampak musim kemarau sedang dirasakan oleh semua petani.
” Saya pastikan kalau tidak ada hujan bulan ini ratusan tanaman padi milik petani yang berumur satu bulan akan mati,” kata Jusnadi yang juga mantan ketua BPD Desa Bukit Harapan Rabu 11 Januari 2023.
Menurut Jusnadi bulir padi tidak tumbuh dengan sempurna. Ini akibat kekurangan air . Kalau hal ini terjadi petani akan merugi ratusan juta.
”Jadi, batang padi biasanya mengering dari pinggir kemudian merembet ke mana-mana,” ujarnya.
Desa Bukit Harapan termasuk daerah rawan kekeringan. Namun, sejauh ini dampak paling terasa dialami oleh petani.
Menurut Adi sapaan akrab Jusnadi sudah dua tahun petani di desa Bukit Harapan menjerit akibat gagal panen disebabkan sumber air yang tidak ada.
Ditambahkan Adi kalau solusi yang tetap untuk menghindari kekeringan tanaman padi milik petani dengan cara membuat irigasi dari Desa Somba Palioi , kecamatan Kundang , ke Desa Bukit Harapan.
” Kalau sumur bor tidak efektif yang efektif menurut saya irigasi induk tapi terkendala anggaran lagi,” kata Adi.
Sementara itu kepala desa Bukit Harapan Asbar yang coba dikonfirmasi melalui via telpon selulernya tidak aktif. (**)






