Daerah  

Kepsek SDN 39 Bontonyeleng Diduga ‘Sunat’ Gaji Guru Honorer 

Guru PPPK belum terima gaji sejak Februari 640x360 1
Ilustrasi

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Sejumlah guru honorer salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 39 Bontonyeleng, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba mengeluhkan adanya pemotongan gaji yang diperoleh mereka. Diduga kasus ‘sunat’ itu dilakukan kepala sekolah.

Hal ini dibeberkan oleh Lukman salah seorang guru honorer SDN 39 Bontonyeleng Jumat 10 Februari 2023.

Menurut Lukman kalau pemotongan gaji honorer dilakukan oleh oknum kepala sekolah tempatnya mengajar

Menurut Lucky sapaan akrab Lukman mengatakan kalau gaji honorer yang diterimanya per triwulan sebanyak Rp Rp2.250.000 melalui Bank BPD setelah cair pihaknya dimintai uang sebesar Rp300 ribu untuk setiap honorer atas perintah kepsek.

” Sebenarnya pemotongan ini sudah lama pak setiap kita habis mencairkan uang gaji di bank , langsung diminta Rp300 ribu untuk kepala sekolah,” kata Lucky.

Menurut Lucky selama ini dirinya takut untuk menyuarakan persoalan ini karena mengaku mendapat ancaman dari kepala sekolah.

” Sekarang saya bukami apa yang terjadi sebenarnya di sekolah tempat saya mengajar gaji honorer selalu di potong, dulu saya tidak berani karena saya diancam akan dikeluarkan disekolah kalau saya ribut soal ini, cuman sekarang tidak pedulima karena hak ku saya tuntut,” ujarnya kesal.

Menurut Lucky kalau alasan pemotongan tersebut untuk menggaji bujang sekolah dan untuk membeli makan minum di sekolah.

Dirinya bahkan mengaku telah melaporkan masalah ini ke investorat daerah dengan menyertakan bukti terkait pemotongan tersebut.

” Saya sudah 10 tahun menjadi guru honorer di SDN 39 Bontonyeleng dan hampir setiap gajian gaji saya di potong oleh kepala sekolah,” katanya.

Bahkan menurut Lucky kalau ada 6 orang guru honorer di SDN 39 Bontonyeleng dan keenam orang tersebut setiap per triwulan gajinya di potong oleh kepala sekolah dengan alasan yang tidak masuk diakal.

” Saya sekarang bersama guru honorer lainya sedang berada di investorat untuk melaporkan hal ini,” kata Lucky melalui sambungan telpon selulernya.

Sementara itu kepala sekolah SDN 39 Bontonyeleng Hj Nurbuniati yang dikonfirmasi wartawan mengatakan pemotongan tersebut sudah disepakati oleh guru honorer melalui rapat bersama dengan menhadirkan semua guru honorer.

Menurut Hj Nurbuniati kalau uang yang dipotong tersebut untuk menggaji bujang sekolah.

” Ada memang kita potong tapi sudah ada persetujuan dari para guru untuk gaji bujang sekolah karena dimana lagi mau diambilkan,” katanya .

Bahkan dirinya mengaku sebenarnya ada guru honorer yang sudah habis masa kerjanya di sekolah sejak tahun lalu namun masih ada kebijakan yang diberikan sekolah ke guru tersebut untuk tetap mengajar.

HJ Nurbuniati mengaku akan siap memberikan klarifikasi baik ke investorat maupun dinas pendidikan kabupaten Bulukumba terkait hal ini.

” Nanti saya jelaskan semua kalau memang saya dipanggil untuk klarifikasi hal ini,” ujarnya.

Sementara itu kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bulukumba Andi Buyung yang dikonfirmasi wartawan Jumat 10 Februari 2023 mengatakan belum mendapatkan informasi terkait adanya dugaan pemotongan gaji honorer tersebut.

 

” Belum ada informasi atau laporan yang masuk ke saya terkait hal ini,” kata Andi Buyung.

 

Namun menurut Andi Buyung dirinya akan segera memanggil kepala sekolah SDN 39 Bontonyeleng untuk mengklarifikasi hal ini.

 

Namun menurutnya pihak kepala sekolah tidak punya wewenang untuk memotong gaji honorer dengan alasan jam kerja ataupun hal lain termasuk untuk mengaji bujang sekolah ataupun untuk biaya makan minum di sekolah tersebut.(**)