RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Menyusul banyaknya laporan terkait persoalan pupuk di tingkat petani Wakil bupati Andi Edy Manaf menggelar pertemuan dengan distributor, dan agen di pupuk sekabupaten Bulukumba di gedung pinisi Kamis 6 Juni 2024.
Dalam pertemuan ini juga dihadiri perwakilan dari kepolisian (polres), TNI (Kodim), Kajari, Kadis Pertanian, Perdagangan, Inspektorat , PT Pupuk Kaltim.
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh wakil Bupati Bulukumba H Andi Edy Manaf menjelaskan didepan para distributor sampai pengecer terkait banyaknya laporan dan persoalan terkait pupuk bersubsidi di tingkat petani.
Dalam pertemuan itu juga wakil bupati Bulukumba meminta agar semua distributor sampai tingkat pengencer untuk tidak bermain-main dengan persoalan pupuk untuk petani.
“Alhamdulillah kita pertemuan tadi dengan para distributor serta pengecer pupuk bersubsidi di Bulukumba, ini saya lakukan banyak laporan persoalan yang terjadi dilapangan,” kata Andi Edy Manaf saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya Kamis malam 6 Juni 2024.
Menurut Andi Edy Manaf dirinya juga telah memberikan penekanan terhadap seluruh distributor sampai tingkat pengecer di kabupaten Bulukumba untuk tidak bermain-main dengan pupuk bersubsidi termasuk Harga HET.
Ditambahkan Edy Manaf dalam pertemuan ini saya telah meminta kepada distributor untuk menjawab semua keluhan petani dan laporan terkait masalah pupuk bersubsidi.
” Semua telah terjawab dalam pertemuan ini, semoga apa yang disampaikan para distributor dan pengecer sesuai fakta yang terjadi,” harapnya.
Sementara itu kepala dinas pertanian kabupaten Bulukumba Taiyeb Maningkasi mengatakan dalam pertemuan dengan distributor dan pengencer pupuk bersubsidi di gedung pinisi permasalah utama yang dibahas adalah adanya informasi harga eceran tertinggi, terjadi selisih antara HET dan fakta dilapangan.
Ditambahkan Taiyeb Manangkasi laporan dari pihak distributor mengatakan bahwa HET sesuai dengan yg berlaku dengan catatan petani mengambil di kios atau pengecer.
Menurut diatur dan pengecer akan ada perbedaan harga jika ada kesepakatan antara pembeli (petani) dan penjual atau lazim di sebut biaya angkut atau ongkir. Jika si antar sampai ke lokasi petani.
Terkait kelangkaan distributor mengaku pupuk di wilayah Bulukumba cukup untuk memenuhi kebutuhan petani dengan catatan sesuai dengan RDKK (rencana defenitif kebutuhan kelompok).
Penebusan pupuk atau pembelian pupuk subsidi monitoring nya telah memakai aplikasi epubers.
Untuk menyiasati sering nya terjadi selisih harga HET di sarankan pemkab akan melakukan kajian terkait kemungkinan adanya intervensi pihak pemerintah dalam menyiasati persoalan harga pupuk bersubsidi di bulukumba.
” Pak Wakil Bupati juga telah memberikan tugas ke dinas pertanian untuk melakukan kajian tersebut dan akan tindak lanjuti itu,” tutupnya. (**)






